Kembangkan Reksa Dana, KSEI Luncurkan Aplikasi S-Invest

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reksadana Danareksa Mawar Komoditas 10 dan Reksadana Danareksa Mawar Konsumer 10. TEMPO/Seto Wardhana

    Reksadana Danareksa Mawar Komoditas 10 dan Reksadana Danareksa Mawar Konsumer 10. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) siap meluncurkan aplikasi sistem pengelolaan investasi S-Invest yang telah dirancang sejak tahun lalu, Menurut Direktur PT KSEI Friderica Widyasari Dewi, bila tidak ada halangan, peluncurkan aplikasi ini akan dilakukan pada akhir Agustus ini.

    "Data investor sudah sinkron. Tinggal jalan, nanti sekalian launching akan kami sampaikan," ujar Friderica di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 19 Agustus 2016.

    Friderica menambahkan selama ini data pemegang insturumen investasi reksa dana tidak diketahui berapa angka pastinya. Namun dengan penggunaan aplikasi S-Invest, data dapat diperoleh secara real time, seperti data saham yang saat ini diperdagangkan.

    Aplikasi S-Invest ini untuk mendorong minat masyarakat berinvestasi di produk reksa dana. Untuk merealisasikannya, KSEI menjalin kerja sama pengembangan sistem dengan Korea Securities Depository (KSD) sebagai lembaga kustodian di Korea Selatan yang telah mengimplementasikan sistem serupa di pasar modalnya.

    Baca: Presiden Minta PT Dirgantara Indonesia Pindah ke Kertajati

    Dengan menggunakan sistem S-Invest, nantinya pembelian reksa dana tidak hanya melalui manajer investasi (MI) sebagai lembaga pengelola dan penerbit produk atau dari bank yang memiliki izin sebagai agen penjual reksa dana (APERD). Namun juga dapat melalui lembaga lainnya, karena sistem agen penjual akan terhubung langsung dengan sistem KSEI.

    Nantinya, S-Invest akan berjalan berbarengan dengan single investor identification (SID) investor saham sehingga memungkinkam satu investor dapat membeli saham maupun reksa dana.

    Terkait reksa dana, Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Legowo Kusumonegoro menilai,  reksa dana adalah jenis investasi yang aman. Sebab, Otoritas Jasa Keuangan menjadi pengawas langsung dari semua produk reksadana yang ada di Bursa Efek Indonesia.  

    Simak: Program Amnesti Pajak Seret, Sebulan Hanya Rp 625 Miliar

    Selain itu, kata Legowo, reksa dana lebih menguntungkan dibanding tabungan. Return yang bisa diberikan lebih tinggi dan manajer investasi bisa mengatur dana investor untuk mengurangi risiko.

    Salah satu jenis reksadana yang mudah dicairkan adalah reksa dana pasar uang. "Bila investor reksa dana membutuhkan uang segera, dalam waktu seminggu dana bisa ditransfer ke rekening," ucap Legowo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    DESTRIANITA | DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).