IHSG Berpeluang Kembali Tembus 5.500, Ini Pendorongnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang pialang saat memantau pergerakan saham IHSG pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Ekspresi seorang pialang saat memantau pergerakan saham IHSG pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi pasar saham global yang kondusif, harga komoditas yang kembali naik dan derasnya arus dana asing yang masuk ke pasar modal akan memberika sentimen positif bursa saham. Pada perdagangan akhir pekan di Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan akan berpeluang menembus level 5500.

    Analis Ekonomi dari First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, saham sektoral yang berbasiskan komoditas dan yang sensitif terhadap suku bunga (interest rate) berpeluang melanjutkan penguatannya. Hari ini pasar juga akan merespon positif mulai diterapkannya kebijakan suku bunga acuan baru yakni BI 7-day repo rate menggantikan BI Rate yang lebih mewakili tingkat bunga pasar uang yang diharapkan bisa menurunkan suku bunga perbankan.

    "IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.430 dan resisten di 5.530," ujar David dalam pesan tertulisnya Jumat, 19 Agustus 2016.  

    Pada perdagangan kemarin, akumulasi aksi beli pemodal kembali berlanjut. Pembelian bersih asing mencapai Rp 1,4 triliun. Adapun nilai transaksi di pasar reguler melonjak mencapai Rp 8,7 triliun. IHSG berhasil tutup naik 89,6 poin atau 1,7 persen di 5.461,450.

    "Derasnya arus dana asing yang masuk ke pasar saham menjadi katalis pergerakan bullish pasar saham," ujar David.

    Sentimen pasar juga ditopang respon positif atas penyampaian nota keuangan RAPBN 2017 di depan parlemen tanggal 16 Agustus lalu dan rencana pemerintah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari 25 persen menjadi 17 persen.

    Dari eksternal, tren pasar saham global dan kawasan juga bergerak menguat ditopang redanya ekspektasi kenaikan tingkat bunga AS tahun ini yang memicu kembali penguatan harga sejumlah komoditas seperti energi dan logam dan melemahnya dolar Amerika Serikat.                                                  

    Sementara itu, bursa global tadi malam melanjutkan tren kenaikan. Ekspektasi tertundanya kenaikan tingkat bunga di AS mendorong rally di sejumlah harga komoditas dan aset berisiko lainnya.

    Indeks Eurostoxx di Uni Eropa naik 0,5 persen di 2.935,30. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,13 persen dan 0,22 persen di 18.597,70 dan 2.187,02. Indeks Nasdaq naik 0,22 persen di 5.240,15.

    Harga minyak mentah tadi malam juga memasuki tren bullish, naik 3 persen di US$ 48,22 per barel, diikuti penguatan sejumlah harga komoditas logam seperti emas, nikel, tembaga, dan perak.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.