Investor Summit, Bursa Efek Optimistis Pasar Modal Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Soekarwo di acara pembukaan Investor Summit, yang diselenggarakan di Grand City Expo, Surabaya. TEMPO/Indrietta

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo di acara pembukaan Investor Summit, yang diselenggarakan di Grand City Expo, Surabaya. TEMPO/Indrietta

    TEMPO.CO, Surabaya - Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) digelar untuk keenam kalinya di Surabaya 18-20 Agustus 2016. Ajang temu investor dan pasar modal ini diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan

    "Investor Summit digelar di Surabaya karena kami yakin banyak potensi perusahaan badan usaha milik daerah dan swasta di Jawa Timur yang menjadi target IPO," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis, 18 Agustus 2016.

    Tito menuturkan pertemuan investor terbesar di Indonesia itu menargetkan peningkatan pasar modal atau market capitalization. Sebab, secara nasional, besarnya pasar modal selisih sedikit dengan besar pasar perbankan. "Tapi sudah lebih besar daripada Malaysia, Thailand, dan Filipina," ucapnya.

    Tito menyebutkan besarnya pasar modal terealisasi berkisar Rp 5.900 triliun. Bila angkanya mencapai Rp 6.162 triliun, ujar dia, itu berarti lebih besar daripada total aset perbankan. "Untuk itu, kami menargetkan market capitalization tahun ini di atas Rp 6.100 triliun."

    Tito optimistis market capitalization mencapai target mengingat pesatnya pertumbuhan pada semester pertama. "Awalnya Rp 5.200 triliun, lalu menjadi Rp 5.500 triliun, dan sekarang Rp 5.900 triliun. Ini besar sekali," katanya.

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida menambahkan, terdapat 42 perusahaan efek yang berkantor pusat di Jawa Timur dan menjadi anggota bursa efek pusat. Lalu ada 75 ribu investor yang sudah memanfaatkan pasar modal. "Ini akan semakin banyak kontribusinya."

    Hal itu diperkuat dengan adanya 27 emiten yang berkantor pusat di Jawa Timur. Juga ada 35 perguruan tinggi provinsi itu yang memiliki Galeri Investasi.

    Sebanyak 18 perusahaan tercatat akan menyampaikan paparannya selama dua hari, di antaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Astra Otoparts Tbk, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Lautan Luas Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, dan PT Mitra Keluarga Karya Sehat Tbk.

    Selain menampilkan paparan publik, Investor Summit and Capital Market Expo menyediakan sesi perbincangan (talkshow) yang menghadirkan Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo dan founder Bukalapak, Achmad Zacky, tentang kisah sukses perusahaannya. Juga duet analis finansial Prita Ghozie dan selebritas Mona Ratuliu mengenai pengelolaan keuangan keluarga yang efektif.

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.