GMF Resmikan Depot Komponen di Bandara Juanda Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garuda Maintenance Facility (GMF). TEMPO/Zulkarnain

    Garuda Maintenance Facility (GMF). TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Guna memperluas jaringan bisnis di Indonesia Timur, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia meresmikan depot komponen pesawat udara baru di Terminal Kargo Bandara Juanda Surabaya.

    Depot atau remote shop component tersebut menjadi depot pertama Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia yang dibangun di luar Cengkareng. Nantinya, depot tersebut akan menyediakan baterai dan oksigen untuk kebutuhan pesawat udara.

    Direktur Utama GMF AeroAsia Juliandra Nurtjahjo mengatakan adanya depot tersebut akan membuat GMF melayani para pelanggan yang berada di Surabaya dan sekitarnya, serta menjangkau pasar general aviaton di Indonesia Timur.

    “Dengan remote shop ini, distribusi komponen pesawat di wilayah Indonesia Timur dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini juga wujud komitmen GMF dalam melakukan ekspansi bisnis ke Indonesia Timur,” katanya dalam siaran pers, Senin (15 Agustus 2016).

    Juliandra mengungkapkan pengembangan depot tersebut merupakan salah satu dari rencana GMF dalam mengembangkan bisnis. Setelah Surabaya, sambungnya, depot tersebut juga bakal dibangun Medan, Balikpapan, Denpasar dan Makassar.  

    Guna mendukung pengembangan bisnis tersebut, GMF juga menyiapkan tenaga ahli teah yang disertifikasi oleh produsen baterai yaitu SAFT dan Marathon, serta memiliki sertifikasi pengoperasian Christie Battery Charger RF80-K.

    “Dengan SDM yang berkualitas, dan ditunjang dengan implementasi penggunaan sistem teknologi informasi yang terintegrasi, kami yakin remote component shop ini mampu menaikkan kapasitas dan kapabilitas GMF,” tuturnya.

    Juliandra menjelaskan bahwa kemampuan aircraft battery maintenance yang dimiliki remote shop tersebut mencakup hampir semua jenis baterai Nickel Cadmium yang diproduksi oleh SAFT dan Marathon Norco.

    Remote shop terse but sudah memiliki kapabilitasnya penyediaan layanan oxygen bottle maintenance, untuk pesawat jenis Boeing 737, B747, B777, Airbus A320, A330, dan seri MD.

    Selain itu, anak usaha dari PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) tersebut juga memiliki sertifikat dari OEM untuk melakukan pemeliharaan dan melakukan perawatan dari total 66 part number oxygen bottle.

    Seperti diketahui, GMF AeroAsia saat ini mampu melakukan perawatan pesawat terhadap pesawat dengan tipe B737 Classic, B737 NG, B747, B777, A320, A330, ATR, dan Bombardier CRJ1000.  

    Jasa perawatan pesawat yang ditawarkan a.l. line maintenance, base maintenance, component maintenance, engineering & planning services, cabin maintenance, asset management & material services, engine & APU maintenance, Learning Services dan lain sebagainya.

    Saat ini, jumlah pelanggan GMF tersebar di 60 negara. GMF juga telah mendapatkan sertifikasi perawatan pesawat dari berbagai otoritas penerbangan di seluruh dunia a.l. seperti Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Federal Aviation Administration (FAA).

    Kemudian, European Aviation Safety Agency (EASA), dan Civil Aviation Security Authority (CASA) Australia. Adapun, GMF juga mendapatkan perusahaan perawatan pesawat dengan predikat Low Risk oleh FAA.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.