XL Bangun Jaringan Fiber Optik Sepanjang 40 Ribu Kilometer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta -PT XL Axiata Tbk (XL) tengah membangun jaringan fiber optik (FO) di Kalimantan sepanjang 900 kilometer dari Banjarmasin hingga Balikpapan. Hingga saat ini, total panjang FO yang dimiliki sekitar 40 ribu kilometer.

    ‘’Sekitar 12 persen di antaranya merupakan FO yang berada di bawah laut,’’ kata Direktur/Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya melalui keterangan pers Jum’at 12 Agustus 2016 malam.

    XL juga sedang mengerjakan Hut Fiberisasi atau ekspansi FO backbone di Jawa 170 km. Juga masih berlangsung pembangunan FO untuk jaringan LTE di Jawa 153 km, Sumatera 37 km, serta di Bali-Lombok-Sumbawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Ada juga pembangunan FO join construction 130 km di Kalimantan. Selain itu, juga ada pembangunan untuk keperluan modernisasi jaringan FO yang telah berusia belasan tahun, sepanjang kurang lebih 200 km di Jawa.

    Yessie D. Yosetya, mengatakan proyek yang masih berjalan tahun ini antara lain ada di wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali-Lombok-Sumbawa, Sulawesi, dan Jawa. FO yang paling baru peroperasi antara lain berupa FO backbone di Kalimantan sepanjang 846 km dan Bali 161 km. Selain itu juga FO untuk keperluan layanan LTE di 13 kota LTE, yaitu Madura, Mataram, Denpasar, Medan, Pekanbaru, Palembang, Batam, Manado, dan Banjarmasin, serta di Jawa, yaitu Tegal, Cirebon, Purwakarta, Pekalongan.

    Pembangunan FO ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas layanan kepada pelanggan di berbagai daerah. Hingga tahun 2016 ini, proyek pembangunan fiber optik ratusan kilometer masih terus dikerjakan di berbagai wilayah, termasuk di luar Jawa. Antara lain adalah FO untuk backbone di Kalimantan sejauh sekitar 900 km, antara Banjarmasin – Balikpapan.

    Di sejumlah wilayah, jaringan FO XL mendominasi dibandingkan jaringan milik operator lain. Wilayah tersebut antara lain Bangka, Belitung, Madura, Bali, dan Lombok. Jaringan FO milik XL juga menjangkau wilayah perbatasan dengan negara tetangga, antara lain di sekitar Batam – Dumai, berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Selain itu, XL juga memiliki jaringan FO yang terhubung langsung dengan jaringan internasional, yaitu di Batam-Dumai-Malaka (Malaysia), Batam-Singapura, Batam - Sungai Rengit – Kualalumpur (Malaysia).

    Sepanjang tahun, XL terus membangun jaringan FO di berbagai wilayah layanan XL. Hal ini merupakan keharusan karena sebagai operator kami memiliki tanggung jawab kepada pelanggan dan pemerintah untuk tetap membangun FO disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan perusahaan. Dari capital expenditure (biaya bisnis) tahunan, lebih dari setengah dialokasikan untuk mendukung pengembangan jaringan termasuk pembangunan jaringan fiber optik.

    Secara teknis, fungsi dari FO dalam korelasinya dengan layanan kepada pelanggan adalah sebagai jaringan utama backbone. Jaringan FO berfungsi membawa trafik berkapasitas besar dalam kecepatan tinggi. Jarinngan ini bisa di-upgrade sesuai dengan perkembangan teknologi, tanpa gangguan interferensi radio.

    Keuntungan dari memiliki jaringan FO sendiri antara lain adalah bebas menggunakan alokasi core FO sesuai kebutuhan, selain juga pengelolaan secara preventive dan corrective maintenance tidak tergantung pihak lain. Pembangunan jaringan FO akan terus XL lakukan di tahun-tahun mendatang.

    Meski demikian, XL juga memerlukan menyewa jaringan FO dari pihak lain dengan pertimbangan antara lain efisiensi biaya, proteksi untuk meningkatkan kinerja, serta reliabilitas sebagai jalur. Sampai saat ini, FO yang disewa XL dari pihak lain tersebar di sejumlah wilayah. Total panjang FO dengan model saling sewa dan membangun bersama adalah kira-kira 10% dari total panjang FO XL.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.