Penumpang Pesawat Keluhkan 2 Hal Ini di Terminal 3 Ultimate

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang menganteri check in tiket pewasat di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 12 Agustus 2016. TEMPO/Subekti

    Calon penumpang menganteri check in tiket pewasat di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, 12 Agustus 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Tak terbayang di benak Galuh Aji Niracanti, 38 tahun. Kunjungan pertamanya di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta akan memakan waktu cukup panjang. Kemarin, Galuh datang ke terminal baru itu, setelah terbang dari Palembang, Sumatera Selatan.

    Dari Palembang, pesawat Garuda Indonesia yang ia tumpangi terlambat (delay) hingga 1,5 jam dan baru bisa berangkat sekitar pukul 17.00, Jumat, 12 Agustus 2016. Ia mendarat di Jakarta pada pukul 18.24. Namun waktunya justru tersita lebih banyak untuk sekadar keluar dari bandara saja. "Keluar dari bandara baru bisa jam 20.32," kata Galuh saat dihubungi, Sabtu, 13 Agustus 2016.

    Permasalahan utamanya, menurut Galuh, proses pengambilan bagasi dan kemacetan jalur mobil di depan bandara. Ia bercerita bahwa bagasi yang dibawanya sulit diambil. Monitor informasi nomor bagasi tak menyala dan ia mengaku kebingungan mengambil bagasi di mana.

    Setelah tanya sana-sini, barulah Galuh mengetahui nomor bagasinya. Namun masalah belum selesai. Belt bandara berjalan sangat lambat dan berjeda sangat panjang tiap barangnya. Itu pun kerap diwarnai barang-barang dari penumpang pesawat rute lain. Hingga akhirnya, Galuh mendapatkan barang-barangnya setelah menghabiskan waktu 54 menit.

    Penantian Galuh belum selesai. Ia terkejut melihat antrean panjang kemacetan taksi di depan bandara. Itu pun seluruhnya sudah terisi. Ibu beranak satu itu memutuskan memesan taksi online untuk pulang ke rumahnya di Cirendeu, Tangerang Selatan.

    Taksi pesanannya nyatanya juga tak kunjung tiba. Galuh curiga taksinya ikut terjebak di kemacetan panjang itu. "Taksinya memang enggak sampai-sampai karena antre di Terminal 3," katanya. Galuh baru bisa keluar bandara sekitar pukul 20.32.

    Galuh bukan orang pertama yang mengeluhkan layanan di Terminal 3 Ultimate, yang baru diresmikan pada 9 Agustus lalu. Banyak orang masih berpikir terminal ini belum siap dan terlalu terburu-buru difungsikan.

    Menanggapi banyaknya keluhan itu, Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan saat ini adaptasi masih diperlukan semua pihak. Untuk penjemputan, misalnya. Agus mengatakan masih banyak yang belum tahu bahwa penjemputan harus dilakukan di area parkir, bukan di depan bandara. "Itu yang menyebabkan jalanan terhambat," tuturnya saat dihubungi.

    Selain itu, antrean kendaraan penjemput makin diperparah oleh masih banyaknya penjemput yang enggan masuk area parkir karena tak mau membayar biaya parkir. Karena itu, kata Agus, AP II sudah menggratiskan biaya parkir di Terminal 3 Ultimate sejak kemarin hingga hari ini.

    Terkait dengan permasalahan bagasi, Agus mengakui tadi malam ada masalah pada sistem bagasi di sana. Bagasi berbobot di bawah 5 kilogram tidak bisa dipindai dan perlu diperiksa lagi. Namun ia meyakinkan bahwa masalah ini telah teratasi. "Tim teknis telah turun tadi malam. Seharusnya hari ini sudah beres," ucapnya.

    EGI ADYATAMA | RR ARIYANI

    KOREKSI: Naskah berita ini sudah diubah pada Sabtu/13 Agustus 2016 untuk memperbaiki akurasi berita. Terimakasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.