Alih Fungsi Lahan Pertanian Terbanyak di Jawa Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh perempuan mamaculi lahan kentang di daerah Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, 16 Mei 2016. Bekerja menanam kentang di atas lahan milik Dinas Pertanian dan Perkebunan tersebut, para buruh wanita dibayar harian. TEMPO/Budi Purwanto

    Sejumlah buruh perempuan mamaculi lahan kentang di daerah Kledung, Temanggung, Jawa Tengah, 16 Mei 2016. Bekerja menanam kentang di atas lahan milik Dinas Pertanian dan Perkebunan tersebut, para buruh wanita dibayar harian. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COBandung - Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono menyatakan, alih fungsi lahan pertanian produktif di Jawa Barat adalah yang terbesar di Indonesia. "Setiap tahunnya, alih fungsi lahan pertanian produktif bisa mencapai 100 ribu hektare," kata Ono, Jumat, 12 Agustus 2016.

    Sekalipun belum ada data pasti berapa angka alih fungsi lahan pertanian produktif di Jawa Barat, Ono tetap yakin Jawa Barat menempati peringkat tertinggi alih fungsi lahan pertanian tersebut. "Karena angka pembangunan di Jawa Barat tertinggi dibanding daerah-daerah lain di Indonesia," katanya.

    Padahal, kata Ono, hingga kini belum ada undang-undang yang mengatur lahan pertanian berkelanjutan. Keberadaan undang-undang tersebut sebenarnya bisa menghindari alih fungsi lahan pertanian produktif. 

    Karena itu, Ono mendesak pemerintah daerah, termasuk pemerintah di tingkat kabupaten, segera membuat peraturan daerah terkait lahan pertanian berkelanjutan tersebut. "Agar pasokan pangan bisa tetap terjaga," ucapnya. Bahkan, melalui peraturan daerah tersebut, petani yang lahannya masuk lahan pertanian produktif bisa mendapatkan informasi dari pemerintah untuk menanam produk pangan.

    Hal yang sama pun diakui Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini. "Untuk perluasan lahan pertanian di Jawa Barat ini cukup sulit," katanya. Ini disebabkan oleh lahan yang terbatas.

    Namun, menurut Banun, Menteri Pertanian tahun ini meminta penambahan luas areal tanaman padi, termasuk di Jawa Barat. Penambahan areal itu antara lain seluas 200 hektare di Tasikmalaya dan 75 hektare di Sumedang.

    Namun Banun tetap yakin angka produksi gabah dan beras di Jawa Barat bisa tinggi. Setiap tahun pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produktivitas gabah untuk menjaga ketahanan pangan. 

    Hingga Agustus 2016, ujar Banun, rata-rata produktivitas di Jawa Barat sebanyak 6,3 ton gabah per hektare. "Di Kabupaten Cirebon ini malah lebih tinggi, bisa mencapai 6,6 ton gabah per hektare," kata Banun. Dengan produktivitas yang tinggi, Banun berharap Jawa Barat bisa tetap menjadi daerah lumbung pangan nasional. 

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.