BNI Ingin Jadi Bank Nomor Satu Di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa sedang membuka rekening baru saat peresmian Mini Banking BNI Syariah kampus Trisakti, Grogol, Jakarta, Rabu (14/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mahasiswa sedang membuka rekening baru saat peresmian Mini Banking BNI Syariah kampus Trisakti, Grogol, Jakarta, Rabu (14/3). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menargetkan menjadi bank nomor satu di Tanah Air dengan memacu aspek kinerjanya. Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menjelaskan, sebelum krisis ekonomi bank tersebut sebenarnya sudah berada di posisi nomor satu, namun kini menurun di level nomor empat.

    “Tentu untuk mencapai posisi nomor satu, tidak bisa dilakukan waktu cepat. Paling tidak butuh lima tahun,” ujarnya di sela-sela Pembukaan Kantor Wilayah BNI Malang di Malang, Jumat (12 Agustus 2016).

    Arah BNI menuju bank nomor satu, kata dia, sudah tampak. Dia mencontohkan pertumbuhan kinerja BNI pada semester I/2016 menunjukkan kinerja yang signifikan, yakni 24% baik aset, pembiayaan maupun lainnya, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan industri di kisaran 10 persen.

    Namun, dia yakin ekspansi kredit yang signifikan diupayakan dengan tidak meningkatnya kredit bermasalah, non performing loan (NPL). Intinya, kualitas kredit tetap terjaga baik.

    Meski begitu pula, di tengah gencarnya pembiayaan, dia akui NPL ada kecenderungan menaik namun masih tetap terjaga, bisa diatasi. Angkanya jauh lebih rendah bila dibandingkan saat terjadi krisis-krisis sebelumnya.

    Pertumbuhan
    Pertumbuhan kinerja sebesar itu, ujar Achmad Baiquni, jelas jauh lebih tinggi daripada sektor riil yang pada triwulan I/2016 di bawah 5%. Sebelumnya, pertumbuhan kinerja BNI biasanya lebih rendah dari tataran industri.

    Yang menggembirakan, kinerja yang membaik itu terjadi di saat ekonomi sedang melesu. BNI memang berkomitmen, saat ekonomi melesu tetap harus melakukan ekspansi dengan menyalurkan pembiayaan sehingga dapat menggerakkan sektor riil. “Kalau di situasi ekonomi melesu bank tidak melakukan pembiayaan, maka kondisi perekonomian justru dikhawatirkan akan lebih memburuk,” ujarnya.

    Yang menggembirakan pula, kinerja perekonomian nasional pada triwulan II/2016 juga semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12% melebihi ekspektasi umum yang memperkirakan angkanya di bawah 5%. “Jadi yang kami kejar terutama pendapatan bersih,” ujarnya.

    Kinerja BNI
    Upaya meningkatkan kinerja BNI antara lain dilakukan dengan menambah kantor wilayah sehingga penetrasi bisnis korporasi menjadi lebih fokus. Selain di Malang, kantor wilayah baru yang dibuka Yogyakarta.

    Ke depan, Kalimantan juga akan dibuka menjadi dua kantor wilayah, sehingga penetrasi bisnis di sana juga semakin dapat dipacu. Data yang dihimpun menyebutkan, pada semester I/2016  BNI mencetak laba bersih sebesar Rp 4,37 triliun. Angka ini tumbuh 79,9% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

    "Ini sejalan dengan penyaluran kredit yang tumbuh kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 11,7% (yoy) dari Rp12,45 triliun menjadi Rp13,91 triliun. Selanjutnya, kenaikan pendapatan non-bunga 28,7 persen (yoy) dari Rp3,44 triliun menjadi Rp4,43 triliun.

    Realisasi penyaluran kredit BNI hingga akhir Juni kemarin yang tumbuh moderat sebesar 23,7 persen (yoy), dari Rp288,72 triliun pada semester I/2015 menjadi Rp 357,22 triliun pada semester I/2016.

    Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf  berharap dengan dibukanya Kanwil BNI Malang maka diharapkan dapat memacu pembiayaan di sektor-sektor ekonomi yang menjadi pendorong ekonomi di wilayah tersebut, yakni manufaktur, UMKM, dan pertanian.

    “Wilayah Jatim selatan posisinya penting sebagai daerah berkembang seperti Malang, Jember, Madiun, dan Madura sehingga memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat regional jika bisa tumbuh dengan baik karena didukung pembiayaan yang baik pula,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.