Ini Program Kementerian yang Tak Dipangkas Anggarannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, memberikan keynote speaker dalam acara Road to Digital Economy 2020 di Balai Kartini, Jakarta, 2 Juni 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, memberikan keynote speaker dalam acara Road to Digital Economy 2020 di Balai Kartini, Jakarta, 2 Juni 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah akan memangkas anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) senilai Rp 65 triliun. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memastikan tak akan menyentuh program-program prioritas dan bantuan sosial.

    "Program prioritas dipastikan akan tetap berjalan," kata Darmin di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 12 Agustus 2016. Program-program yang telah berjalan dan sudah memasuki tahap lelang juga tetap berjalan.

    Darmin menambahkan, program lain yang tidak akan disentuh ialah bantuan sosial. Besaran anggaran untuk Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Harapan, hingga BPJS tetap sama. "Itu semua tidak akan dikurangi," ucapnya.

    Simak: Menteri Rini Pastikan Pemerintah Kendalikan Holding BUMN 

    Pemerintah berencana memangkas Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan 2016 senilai total Rp 133,8 triliun. Anggaran yang dipotong berasal dari belanja pemerintah senilai Rp 65 triliun. Sedangkan Rp 68,8 triliun lainnya yang dipotong berasal dari dana transfer ke daerah.

    Menurut Darmin, pemerintah akan memangkas program nonprioritas, seperti perjalanan dinas, paket rapat, langganan daya dan jasa, serta honorarium kegiatan yang tidak termasuk gaji utama. Belanja modal dan barang untuk program nonprioritas juga akan dipotong.

    Baca: Pertamina Luncurkan Pertamax Turbo dengan Oktan 98

    Besar pemangkasan, kata Darmin, akan dipengaruhi kemampuan realisasi anggaran sesuai target. "Kami sangat perhatikan betul realisasi anggaran di kementerian masing-masing." 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.