HUT RI Ke-71, PT KAI Jual Tiket Kereta Serba Rp 17 Ribu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro (kiri) melepas keberangkatan kereta api kesehatan (Rail Clinic) pertama Indonesia di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 12 Desember 2015. Rail Clinic tersebut dilengkapi ruangan monitor dokter, ruang tindakan, ruang pemulihan, ruang pemeriksaan gigi serta laboratorium untuk memberikan layanan kesehatan masyarakat secara gratis. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro (kiri) melepas keberangkatan kereta api kesehatan (Rail Clinic) pertama Indonesia di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 12 Desember 2015. Rail Clinic tersebut dilengkapi ruangan monitor dokter, ruang tindakan, ruang pemulihan, ruang pemeriksaan gigi serta laboratorium untuk memberikan layanan kesehatan masyarakat secara gratis. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memberikan tarif tiket spesial seharga Rp 17 ribu. Tarif spesial itu untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia ke-71.

    "Kami luncurkan program 'Promo Merdeka'," kata Humas Daerah Operasi VIII PT KAI Gatut Sutiyatmoko kepada Tempo di kantornya, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Harga tiket Rp 17 ribu berlaku untuk kereta api komersial kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi jarak jauh dan menengah. Harga tiket itu berlaku hanya satu hari saja. "Harga tiket Rp 17 ribu hanya berlaku untuk pada 17 Agustus 2016 saja."

    Masyarakat, kata Gatut, dapat memesan harga tiket promo itu pada 11-17 Agustus untuk keberangkatan tanggal 17 Agustus 2016. Tiket dengan tarif promo ini dapat dipesan di loket penjualan di stasiun, contact center 121, aplikasi KAI Access, Internet reservation, dan seluruh saluran eksternal penjualan tiket PT KAI. Selama persediaan masih ada masyarakat dapat membeli tiket promo itu di mana saja."

    Namun, menurut Gatut, tiket promo ini tidak dapat dibatalkan. Selain itu, tiket promo juga tidak dapat digabung dengan program promo/reduksi lain.

    Dengan program promo ini PT KAI berharap akan meningkatkan minat masyarakat untuk bepergian dengan kereta api. "Mudah-mudahan masyarakat semakin tertarik menggunakan kereta api," kata Gatut.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.