Harga Minyak Turun, IHSG Rawan Koreksi Lanjutan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • IHSG. TEMPO/Imam Sukamto

    IHSG. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam perdagangan hari ini, sentimen pergerakan pasar global yang sedang konsolidasi dan harga minyak yang kembali turun akan mempengaruhi psikologis pasar.

    Tadi malam, bursa global dilanda aksi ambil untung, terutama merespons koreksi di harga minyak mentah. Indeks Eurostoxx di kawasan Uni Eropa terkoreksi 0,35 persen di 3.018,46. Di Wall Street, indeks DJIA dan Nasdaq masing-masing melemah 0,20 persen dan 0,29 persen di 18.495,66 dan 2.175,49.

    Koreksi terutama dipicu saham-saham sektor energi dan perbankan setelah harga minyak mentah kembali turun 2,5 persen di US$ 41,71 per barel dan pasar berspekulasi The Fed tidak akan menaikkan bunganya tahun ini.

    Analis ekonomi dari First Asia Capital, David Sutyanto, mengatakan indeks harga saham gabungan atau IHSG diperkirakan akan melanjutkan pergerakan konsolidasinya, rawan koreksi lanjutan.

    "IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.400 dan resistan di 5.450," kata David dalam pesan tertulisnya, Kamis, 11 Agustus 2016.    

    IHSG kemarin melanjutkan koreksi dalam rentang terbatas, tutup di 5.423,94 atau koreksi 16,3 poin (0,30 persen). Menurut David, koreksi terjadi di tengah tren menurunnya Indeks (bullish) jangka menengah dan panjang, akibat aksi ambil untung temporer pemodal lokal.

    Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 6 triliun dan asing mencatatkan pembelian bersih hingga Rp 2,6 triliun, termasuk transaksi negosiasi saham INTP senilai Rp 1,95 triliun.

    Pergerakan pasar kemarin didominasi aksi beli spekulatif terhadap sejumlah saham lapis dua dan tiga. Pemodal melakukan aksi ambil untung di sejumlah saham unggulan yang bergerak di infrastruktur, bank, tambang, dan properti.

    Penguatan IHSG yang terjadi sejak pekan terakhir Juni lalu hingga awal pekan ini membuat kenaikan sejumlah saham unggulan relatif tinggi, sehingga secara teknis banyak saham yang berada di area overbought, yakni kondisi di mana sudah terlalu banyak trader yang membuka dan menahan posisi open buy.

    Di sisi lain, sudah tidak ada lagi yang membuka posisi baru karena tidak diimbangi open sell. Koreksi IHSG kemarin juga terimbas koreksi yang umumnya terjadi di sejumlah bursa kawasan Asia.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.