Menhub: Peran Kereta Api dalam Transportasi Kota Naik 25%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang kereta api menggunakan fasilitas Commuter Line Vending Machine (C-VIM ) yang berada di Stasiun Pal Merah, Jakarta, 11 Februari 2016. TEMPO/Subekti.

    Penumpang kereta api menggunakan fasilitas Commuter Line Vending Machine (C-VIM ) yang berada di Stasiun Pal Merah, Jakarta, 11 Februari 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta peran kereta api dalam transportasi perkotaan ditingkatkan dari 10 persen menjadi 25 persen. "Meski kontribusinya masih kecil masih 10 persen, harapan kita mendatang kereta api akan mengambil porsi 25 persen," kata Budi saat peninjauan ke Stasiun KA Manggarai, Rabu, 10 Agustus 2016.

    Menhub Budi meninjau Stasiun Juanda dan Stasiun Manggarai bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono dan Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo serta didampingi Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) M Nur Fadhila.

    Untuk mewujudkanya, Budi mengatakan akan melakukan upaya-upaya, salah satunya menghilangkan perlintasan sebidang di seluruh Jakarta, yakni terdapat 800 lintasan sebidang.

    Selain itu, lanjut dia, untuk menambah kapasitas, kawasan Stasiun Manggarai harus dibangun, yakni akan dijadikan dua lantai. "Kenapa di Stasiun Manggarai, karena Manggarai adalah stasiun yang menjadi pusat pergantian moda, dengan dibuat berlantai dua, maka akan bertambah signifikan," katanya.

    Budi berharap penghilangan perlintasan sebidang dan pembangunan Stasiun Manggarai akan selesai pada 2019 mendatang.

    Dia mengatakan akan meningkatkan kapasitas penumpang dari yang saat ini 800.000 penumpang per hari, menjadi 1,2 juta penumpang per hari. "Di Jakarta kurang lebih 280 juta per tahun, ini suatu program yang baik yang dilakukan Pak Jonan dan kita harus mengawal lebih baik lagi," katanya.

    Sehingga, lanjut dia, nantinya kapasitas penumpang bisa meningkat menjadi 420 juta penumpang per tahun.

    Dari segi pelayanan, Budi mengatakan harus bisa ditingkatkan lebih baik lagi karena saat ini moda kereta api menjadi andalan bagi masyarakat. "Kita ingin memikirkan bagaimana PT KAI ini bisa memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat, saya pikir ini moda angkutan yang efisien, karena itu kontribusinya harus ditingkatkan," katanya.

    Budi menambahkan pihaknya juga telah menginstruksikan untuk menambah rangkaian. Ditemui dalam kesempatan yang sama, Dirut KCJ MN Fadhila mengatakan pihaknya juga telah mendatangkan 30 kereta.

    Selain itu, dia juga akan menambah rangkaian dari delapan kereta dalam satu rangkaian menjadi 12 kereta dalam satu rangkaian.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.