Ini Tiga Terobosan Menteri ESDM di Sektor Panas Bumi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas produksi energi panas bumi yang dioperasikan oleh PT. Pertamina Geothermal Energy area Ulubelu, Lampung, 14 Desember 2015. Fasilitas produksi energi panas bumi Ulubelu mampu menyuplai kebutuhan listrik sebesar 110 MegaWatt. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Fasilitas produksi energi panas bumi yang dioperasikan oleh PT. Pertamina Geothermal Energy area Ulubelu, Lampung, 14 Desember 2015. Fasilitas produksi energi panas bumi Ulubelu mampu menyuplai kebutuhan listrik sebesar 110 MegaWatt. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memiliki tiga terobosan untuk meningkatkan energi panas bumi di Indonesia. "Ini untuk mendorong pengembangan panas bumi di Indonesia," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar pada pembukaan acara International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2016 di Jakarta Convention Centre, Rabu, 10 Agustus 2016.

    Terobosan pertama yang dilakukannya adalah penugasan pengusahaan panas bumi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Layanan Umum (BLU). Hal ini bertujuan agar wilayah kerja panas bumi segera dikembangkan dari tahap eksplorasi sampai pemanfaatan.

    Langkah kedua adalah penyusunan harga jual listrik panas bumi dengan skema feed-in tariff, yang lebih memfasilitasi keekonomian pengembang panas bumi. Ketiga, penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi.

    Menurut Arcandra, pemerintah membuka kesempatan pengembang melakukan survei sampai nantinya ke tahap eksplorasi. Selain terobosan di panas bumi, Kementerian ESDM ingin melakukan transformasi di sektor energi dan sumber daya mineral secara keseluruhan. "Transformasi business process, peningkatan kompetensi SDM, dan pemanfaatan teknologi."

    Arcandra mengakui bahwa pengembangan infrastruktur listrik tidak sederhana. Namun, dengan komitmen dan konsistensi, target itu diyakini dapat tercapai. Ia juga mengajak semua stakeholder bersama-sama berusaha mencapai kedaulatan energi.

    Pemerintah memiliki target mencapai pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW), termasuk energi dari panas bumi. Pemanfaatan energi panas bumi masih berada di angka 1.493,5 MW atau sekitar 5 persen dari potensi panas bumi di Indonesia.

    Potensi panas bumi di Indonesia yang cukup besar itu tersebar di 330 titik di seluruh Indonesia, dengan potensi listrik 29 ribu MW.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.