BNI Raih Penghargaan Service Quality Performance dari VISA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kartu kredit BNI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kartu kredit BNI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi bank asal Indonesia pertama yang meraih penghargaan 2015 Service Quality Performance Award dari VISA Worldwide, melalui produk BNI Corporate Card.

    "Ini menjadi pengakuan bagi BNI Corporate Card, di tengah persaingan bank-bank penerbit kartu kredit di Indonesia yang semakin ketat," ujar Direktur Konsumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Agustus 2016.

    BNI Corporate Card adalah Kartu Kredit BNI yang diberikan kepada pegawai (level atau jabatan tertentu) dari perusahaan tertentu yang digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi yang berhubungan dengan kegiatan perusahaan.

    Anggoro menambahkan penghargaan ini  juga menjadi komitmen BNI untuk selalu memberikan layanan yang terbaik atas produk dan layanan jasa perbankannya, khususnya produk BNI Corporate Card. Penghargaan ini merupakan yang baru pertama kali diperoleh untuk VISA South East Asia area yang meliputi  Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Myanmar.

    Penghargaan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2009, dan dinilai secara global oleh VISA Worldwide di Amerika Serikat. Penghargaan ini diberikan atas tingginya persetujuan terhadap otorisasi transaksi di luar negeri dengan tetap mempertimbangkan risiko.

    Anggoro mengatakan pada 2015 nilai transaksi BNI Corporate Card di luar negeri mencapai lebih dari Rp 300 miliar. Sejalan dengan peningkatan nilai transaksi, pertumbuhan bisnis corporate card juga menunjukan hasil yang stabil, tahun lalu tumbuh 241 persen. Hingga semester pertama tahun ini berhasil tumbuh 218 persen.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.