Wapres Bakal Buka Konvensi Asosiasi Panas Bumi di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa fasilitas produksi energi panas bumi yang dioperasikan oleh PT. Pertamina Geothermal Energy area Ulubelu, Lampung, 14 Desember 2015. Fasilitas produksi energi panas bumi Ulubelu mampu menyuplai kebutuhan listrik sebesar 110 MegaWatt. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas memeriksa fasilitas produksi energi panas bumi yang dioperasikan oleh PT. Pertamina Geothermal Energy area Ulubelu, Lampung, 14 Desember 2015. Fasilitas produksi energi panas bumi Ulubelu mampu menyuplai kebutuhan listrik sebesar 110 MegaWatt. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Panas Bumi Indonesia menggelar acara Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition pada Rabu, 10 Agustus 2016. Acara ini bertempat di Jakarta Convention Centre dan akan berlangsung dari 10 sampai 12 Agustus 2016.

    Acara hari ini rencananya akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar. Tahun ini, acara IIGCE mengusung tema “Innovative Breakthrough to Achieve 7.000 MW Geothermal Development by 2025”.

    Pada penyelenggaraannya yang keempat ini, IIGCE menekankan bahwa inovasi dibutuhkan berbagai bidang dalam pengembangan energi panas bumi untuk mencapai target menghasilkan 7.000 megawatt pada 2025.

    Saat ini pengelolaan energi panas bumi sudah bisa dilakukan pada hutan konservasi. Selain itu, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melakukan tender 30 wilayah kerja panas bumi untuk periode 2016-2018.

    Acara ini akan berisi sejumlah kegiatan, seperti convention, exhibition, technical paper presentation, field trip, writing competition, dan photo competition. Selain itu, akan ada diskusi tentang inovasi teknologi panas bumi, baik dari sisi surface maupun subsurface.

    Tahun lalu, acara IIGCE dihadiri lebih dari 500 peserta dan 5.000 pengunjung yang menyambangi sesi pameran, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

    DIKO OKTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?