BEI Awasi Pergerakan Saham Indomobil Multi Jasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi memberikan sambutan dalam rangka pencatatan penerbitan obligasi I di Bursa Efek Indonesia, 1 Juli 2016. Tempo/Destrianita

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi memberikan sambutan dalam rangka pencatatan penerbitan obligasi I di Bursa Efek Indonesia, 1 Juli 2016. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) karena bergerak di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

    "Dengan ini, kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham IMJS yang di luar kebiasaan," kata Kepala Pengawasan Transaksi BEI Zakky Ghufron dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016.

    Zakky berujar, informasi terakhir yang dipublikasikan perseroan adalah mengenai laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 5 Agustus 2016.

    Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham IMJS itu, BEI mengharapkan investor memperhatikan jawaban perseroan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa serta mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya.

    Selain itu, investor diharapkan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul pada kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

    "Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," ujarnya.

    Berdasarkan data perdagangan BEI pada Selasa ini, emiten berkode saham IMJS itu bergerak turun 4,22 persen menjadi Rp 454 per lembar saham.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.