Senin, 22 Oktober 2018

Di Area Komersial Terminal 3 Ultimate, Penumpang Dimanjakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang tunggu di terminal keberangkatan Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, 10 Juni 2016. Tempo/Rully Kesuma

    Ruang tunggu di terminal keberangkatan Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, 10 Juni 2016. Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta menyediakan area komersial dengan suasana dan pemandangan yang berbeda dibandingkan bandara lainnya di Indonesia. “Calon penumpang dan pengguna jasa bandara lainnya akan dimanjakan," kata Direktur Komersial dan Bisnis Development PT Angkasa Pura II Faik Fahmi kepada Tempo, Selasa, 9 Agustus 2016.

    Menurut Faik, di area komersial di terminal baru yang dibangun dengan investasi Rp 7 triliun itu secara bertahap akan diisi 172 tenant atau gerai, yang menyajikan makanan, minuman, retail, dan toko lainnya. Gerai-gerai itu akan bermunculan sejalan dengan tahap beroperasinya terminal baru itu. Gerai-gerai itu akan menonjolkan makanan dan produk dalam negeri dan sebagian lagi merek internasional.

    Dengan konsep yang nyaman, Terminal 3 Ultimate akan menjadi surga makan dan belanja bagi calon penumpang atau pengunjung bandara. “Penempatan area komersial didesain seperti di dalam mal berkelas dunia," ujar Faik.

    Ia meyakini konsep yang ditawarkan itu akan disukai, karena penempatan gerai disesuaikan dengan kebiasaan dan selera pengguna jasa bandara. "Untuk mengetahui selera dan kebiasaan masyarakat, kami berbulan-bulan melakukan survei," ucapnya.

    Vice President of Non Aeronautical Business PT Angkasa Pura II Deni Krisnowibowo menjelaskan, area komersial Terminal 3 Ultimate seluas 71,225 meter persegi. Area tersebut dibagi per zona, yang masing-masing untuk food & beverages seluas 23,301 meter persegi, retail 22,023 meter persegi, servis 2,007 meter persegi, duty free 4,784 meter persegi, lounge 8,496 meter persegi, exhibition 1,493 meter persegi, dan office/airlibe 19,121 meter persegi. “Seluruh jenis makanan, minuman dan barang yang dijual dari brand lokal Indonesia dan luar negeri dengan merek ternama,” tuturnya.

    Sistem pengelolaan dilakukan dengan cara master concessionaire, meliputi food & beverages terdiri atas empat lisensi, pembagian berdasarkan zona internasional dan domestik dengan gerai restoran, food court, fast food, bakery, coffe, dan desert. Shop (nonduty free) terdiri atas tujuh lisensi.

    Pembagian itu berdasarkan sub kategori terdiri atas generail retail, books, dan convenience items. Adapun duty free terdiri atas dua lisensi yang meliputi kosmetik dan parfum, jam dan perhiasan, confectionery, suvenir, liquor & tobacco, serta fashion & accessory.

    JONIANSYAH HARDJONO

    BACA JUGA
    Rio 2016: Riau Ega Menang, Pemanah Nomor Satu Dunia Syok
    Pilkada DKI: Head to Head, Ahok Versus Siapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.