Blank Spot di Bandara, AP II Minta Operator Perkuat Sinyal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Tangerang - Vice President Electronic & Mechanical Engineering PT Angkasa Pura II, M. Putra Pariadi, mengatakan telah meminta ke sejumlah operator telepon seluler untuk memperkuat sinyal di setiap BTS yang ada di sekitar bandara. Menurut dia, langkah ini dilakukan terutama untuk mengatasi area blank spot yang ada di sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

    “Hal itu bisa diatasi dengan memperkuat jaringan sinyal melalui BTS setiap provider. Sudah kami mintakan," kata Putra kepada Tempo, Senin, 8 Agustus 2016.

    Menurut Putra, titik blank spot terjadi karena tidak meratanya penyediaan dari operator telepon seluler. Dia membantah bahwa hal tersebut terjadi karena permintaan dari operator bandara. “Kalau memang itu keluhan pengguna jasa bandara, bisa kami mintakan agar sinyalnya diperkuat,” katanya.

    Sejumlah pengguna jasa bandara mengeluhkan sulitnya berkomunikasi ketika menjelang masuk dan di dalam bandara. “Mau telepon susah, orang menghubungi kadang sulit masuk juga," ujar Ditha Pratiwi, 24 tahun, salah seorang penumpang pesawat dari Bengkulu. Dia mengaku harus pindah ke beberapa lokasi untuk bisa menggunakan telepon seluler.

    Tempo, yang mencoba menelepon dari radius beberapa kilometer dari Bandara, juga mendapat kesulitan saat menelepon ataupun menerima telepon. Sejak dari lampu merah MI bandara, Jalan Perimeter Selatan sepanjang 9 kilometer, ada beberapa titik blank spot. Sinyal telepon seluler timbul-tenggelam.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).