Sesi Pembukaan, IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 5.435,21  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung tengah memperhatikan pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung tengah memperhatikan pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 4 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada hari ini, 8 Agustus 2016, dibuka di zona hijau, menguat 0,28 persen atau 14,96 poin ke level 5.435,21 dan menguat 0,64.

    Pada pukul 09.35 WIB, indeks terus melaju, naik 0,45 persen atau 24,27 poin di level 5.444,52. Dari 534 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 31 saham bergerak menguat, 5 saham bergerak melemah, dan 498 saham stagnan.

    Adapun delapan indeks sektoral yang diperdagangkan di bursa, semuanya bergerak di zona hijau dengan ditopang sektor finansial dan aneka industri, dengan kenaikan masing-masing 1,33 persen dan 0,78 persen. Sedangkan sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor yang bergerak negatif dengan pelemahan tipis 0,08 persen.

    Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada memprediksi IHSG hari ini berpeluang untuk terus melaju ke level tertingginya. Ia memperkirakan IHSG akan berada di level support 5.360-5.399 dan resisten 5.435-5.458.

    Yang menjadi angin segar untuk lanjutkan penguatan kata dia adalah IHSG yang kini kokoh di area 5.400 disertai rilis data GDP Indonesia Q2 yang berada di atas ekspektasi konsensus, yakni tumbuh 5,18 persen (vs 4,92 persen) pada periode kuartal yang sama tahun lalu.

    Namun kata Reza, meski sentimen positif masih menaungi pergerakan IHSG, juga perlu diwaspadai akan adanya arah pembalikan.

    "Meski peluang kenaikan kami nilai masih ada seiring dengan adanya sentimen positif, namun tetap mewaspadai potensi perubahan yang umumnya terjadi setelah IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya," kata Reza dalam pesan tertulisnya Senin, 8 Agustus.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).