Hary Tanoe Tak Yakin Dana Repatriasi Mencapai Rp 165 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hary Tanoesoedibjo.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Hary Tanoesoedibjo. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COJakarta - CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo memperkirakan dana dari luar negeri yang akan masuk ke Indonesia melalui program pengampunan pajak (tax amnesty) tidak akan mencapai Rp 165 triliun, seperti target yang dipatok pemerintah. “Angka itu terlalu optimistis,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 5 Agustus 2016.

    Meski begitu, menurut Hary, dana hasil repatriasi tersebut akan tetap berguna bagi negara. “Tapi, berapa pun yang masuk, itu tambahan buat negara dan bisa untuk melakukan pembangunan.” Ia juga tak menyebutkan perkiraan jumlah angka realistis dana repatriasi itu. 

    Lebih jauh Hary menyebutkan program tax amnesty bagus untuk mendorong penerimaan negara karena dapat menambal anggaran belanja negara. “Kita mesti melihat bahwa penerimaan pajak yang reguler itu menurunnya banyak. Tapi, paling tidak, adanya tax amnesty itu membantu,” katanya.

    Terkait dengan diskon yang diberikan pemerintah ketika wajib pajak merepatriasi dananya ke Indonesia, Hary memperkirakan pada periode pertama akan lebih banyak peserta yang mengikuti program tersebut. Pasalnya, dana tebusan yang dibayarkan hanya sebesar 2 persen. “Kalau telat lagi tiga bulan berikutnya, bayarnya 4 persen,” tutur dia.

    Namun, saat ditanya mengenai kemungkinan partisipasi Hary mengikuti program tax amnesty, bos MNC itu menghindar dan berjalan meninggalkan awak media. “Kenapa tanya saya begitu?” ucapnya.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.