Semester I, BPJS Ketenagakerjaan Surplus Rp 648 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyerahkan secara simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan di gedung BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Jakarta Selatan, 17 April 2016. TEMPO/Friski Riana

    Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyerahkan secara simbolis kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan di gedung BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Jakarta Selatan, 17 April 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - BPJS Ketenagakerjaan pada semester pertama 2016 mengalami surplus pendapatan senilai Rp 648 miliar. Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, surplus itu didapatkan dari total iuran yang dikurangi dengan beberapa pengeluaran.

    "Dari iuran peserta dikurangi biaya operasional dan jumlah klaim yang dibayarkan," kata Agus saat ditemui di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Agustus 2016.

    Agus mengatakan hasil ini bisa dicapai meski pada semester I 2016 perekonomian nasional masih mengalami perlambatan. Target iuran pun sudah mencapai 51,6 persen dari target 2016, atau sudah mencapai angka Rp 22 triliun.

    Mengenai iuran, Agus menambahkan, pihaknya juga sedang membuat satu skema pembayaran iuran baru yang bersifat kolektif. Hal ini untuk membantu para pekerja yang berpenghasilan terbatas untuk membayarkan iurannya. "Yang mampu bantu bayar yang kurang."

    Menurut Agus, skema ini adalah skema yang bersifat gotong-royong. Rencananya skema ini akan dikeluarkan dalam waktu dekat, dan saat ini sedang diujicobakan di tataran internal BPJS Ketenagakerjaan. "Segera di-launching."

    Diketahui, sampai 30 Juni 2016, capaian tenaga kerja aktif BPJS Ketenagakerjaan sudah mencapai 19,6 juta orang atau 89,6 persen dari target tahun ini. Kepesertaan perusahaan aktif telah mencapai 97,8 persen dari target tahun 2016.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.