Presiden Guinea Minati CN235-220  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat patroli maritim CN235 TNI AL berada di apron saat mendung tebal menyelimuti langit Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 31 Desember 2014. ANTARA/Eric Ireng

    Pesawat patroli maritim CN235 TNI AL berada di apron saat mendung tebal menyelimuti langit Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, 31 Desember 2014. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Guinea Alpha Conde berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung. Dia berminat atas terhadap pesawat terbang turboprop CN235-220 buatan BUMN Penerbangan itu, Kamis, 4 Agustus 2016.

    "Kami harap, setelah Burkina Faso dan Senegal yang menggunakan pesawat ini, Guinea akan menjadi salah satu klien perusahaan ini," kata Conde.

    Burkina Faso dan Senegal merupakan dua negara Afrika yang menggunakan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia tersebut. Kunjungan itu disambut Dewan Komisaris PT DI dan Direktur Produksi PT DI, Arie Wibowo, dan beberapa pejabat lain Indonesia.

    Conde sangat antusias dengan menanyakan secara rinci spesifikasi teknis, harga, dan waktu pengiriman untuk CN235-220 itu. 

    Dia juga melihat secara langsung proses pembuatan pesawat terbang dan helikopter yang telah diproduksi PT DI dan dioperasikan di negara-negara ASEAN, Guam, Venezuela, Turki, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan negara Afrika yang telah membeli pesawat CN235-220 buatan PT DI adalah Burkina Faso dan Senegal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.