Dukung Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Tambah Mercusuar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercusuar EDEM DSI 1720 menjadi salah satu daya tarik Pulau Edem, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu 23 September 2012. Pulau ini dapat dicapai dengan menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari Pelabuhan Muara Karang. TEMPO/Subekti

    Mercusuar EDEM DSI 1720 menjadi salah satu daya tarik Pulau Edem, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu 23 September 2012. Pulau ini dapat dicapai dengan menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari Pelabuhan Muara Karang. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan menambah jumlah mercusuar di seluruh Indonesia sebagai upaya mendukung keselamatan pelayaran.

    "Tapi disesuaikan dengan kebutuhan dan melihat lokasi yang strategis, terutama di perbatasan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Boedhi Setiadjid, di Semarang, Kamis, 4 Agustus 2016.

    Ia menjelaskan, penentuan lokasi di suatu daerah yang akan dibangun mercusuar baru itu harus melalui kajian dan pemetaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

    "Dalam penambahan mercusuar, kami perlu memperhatikan mobilitas petugas yang akan berjaga di sana," ujarnya.

    Menurut dia, selain untuk sarana-prasarana navigasi pelayaran dan keselamatan pelayaran, mercusuar berfungsi menjadi penanda batas wilayah maritim Indonesia.

    Hingga Desember 2015, diketahui terdapat 281 mercusuar di Indonesia, 1.540 rambu suar, 463 pelampung suar, 135 rambu siang, dan 40 anak pelampung laut.

    Rambu suar dipasang pada karang-karang yang berada di tengah laut karena jika karang tersebut tidak ditandai, dikhawatirkan membahayakan kapal-kapal yang melintas.

    Pelampung suar yang bisa berfungsi pada siang dan malam hari dipasang di perairan untuk menandai bahwa wilayah perairan tersebut aman dilintasi kapal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.