Philips Akan Luncurkan Lampu Anti-Maling  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Instalasi sistem pencahayaan terbaru berbasis LED (Light Emitting Diode) di Monas yang diselanggarakan PT.Philips Indonesia dengan tajuk

    Instalasi sistem pencahayaan terbaru berbasis LED (Light Emitting Diode) di Monas yang diselanggarakan PT.Philips Indonesia dengan tajuk "Kota Terang Hemat Energi" di pelataran Monas, Jakarta, (01/08). Pencahayaan berbasis LED dapat menghemat hingga 50%. TEMPO / Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Philips, produsen lampu asal Belanda, berencana meluncurkan produk terbarunya di Indonesia, yaitu Philips Hue. Philips Hue merupakan produk lampu yang dapat diatur melalui aplikasi yang terdapat di telepon seluler.

    “Hue itu adalah lampu yang ada aplikasinya pakai handphone,” kata Niken Suryo, Manager Corporate Communication Philips Indonesia di Jakarta, 4 Agustus 2016.

    Presiden Direktur Philips Indonesia, Chandra Vaidyanathan, menyebut produk itu akan diluncurkan di Indonesia pada Desember 2016.

    Niken menyebut Philips Hue memiliki beberapa fitur, antara lain pengaturan waktu dan pengaturan warna lampu. “Bisa untuk synchronized sama musik, game, dan film yang kita tonton,” kata Niken.

    Teknologi Philips Hue juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga keamanan rumah. Niken menyebut Philips Hue memungkinkan penggunanya untuk menyalakan lampu rumah dari jarak jauh melalui aplikasi.

    Teknologi ini juga disebut dapat mengantisipasi aksi maling. Niken mengatakan lampu rumah akan menyala bila seorang yang tidak dikenal terdeteksi masuk ke rumah. “Salah satu lampu dalam rumah akan menyala, jadi si maling akan berpikir bahwa ada orang di rumah,” katanya. “Dari sisi keindahan dan keamanan semua dapat, dan itu semua hanya dalam satu handphone,” kata Niken.

    Sebelum di Indonesia, Philips Hue sudah diluncurkan di negara-negara Eropa dan Amerika. Untuk Benua Asia, Philips telah meluncurkan produk tersebut di Singapura dan Hong Kong. “Indonesia akan menjadi negara besar berikutnya,” kata Chandra.

    ARDITO RAMADHAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).