Premi dan Laba Asuransi Umum Belum Pulih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Counter Expro saat Indonesia Cellular Show 2009 di JCC, Rabu (10/6). Expro merupakan asuransi perlindungan pertama di Indonesia yang melindungi berbagai kerusakan ponsel dengan premi 3% dari harga ponsel. Tempo/Panca Syurkani

    Counter Expro saat Indonesia Cellular Show 2009 di JCC, Rabu (10/6). Expro merupakan asuransi perlindungan pertama di Indonesia yang melindungi berbagai kerusakan ponsel dengan premi 3% dari harga ponsel. Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Akumulasi pendapatan premi bruto 11 perusahaan asuransi umum yang melantai di pasar modal tercatat mengalami penurunan hingga 10,21% pada kuartal II/2016 setelah sempat tumbuh 12,12% pada kuartal sebelumnya.

    Pada periode yang sama, akumulasi laba bersih 11 emiten itu masih mengalami penurunan 11,19%. Pada kuartal I/2016, total laba bersih perusa haan asu ransi kerugian tersebut turun hingga 12,65%.

    Berdasarkan laporan keuangan anaudited yang dihimpun Bisnis dari keterbukaan in formasi, total premi emiten di bidang asu ransi umum hingga 30 Juni 2016 tercatat senilai Rp4,92 triliun.

    Realisasi tersebut turun 10,21% jika dibandingkan dengan aku mulasi premi periode yang sama pada 2015 (year on year/yoy), yakni senilai Rp5,48 triliun.

    Dalam rekapitulasi data keuangan itu ter ungkap tujuh emiten masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi bru to pada kuartal pertama tahun ini. Pendapatan premi empat perusahaan asuransi umum lainnya justru menurun.

    PT Victoria Insurance Tbk. (VINS) yang pada paruh kedua 2015 baru melantai di bur sa meraup pendapatan premi dengan pertumbuhan terbesar, yakni 143,37% (yoy) menjadi Rp22,09 miliar.

    Pertumbuhan premi bruto juga kembali dibukukan PT Asuransi Bintang Tbk. (ASBI), PT Asuransi Ramayana (ASRM), dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI). Tiga emiten asuransi itu masing-ma sing membukukan pertumbuhan per oleh an premi sebesar 14,48%, 11,45%, dan 0,40% (yoy).

    Selanjutnya, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk. (ASDM) dan PT Asuransi Jasa Tania Tbk. (ASJT), yang pada kuartal sebelumnya mencatatkan penurunan tipis, justru mampu merealisasikan pertumbuhan masing-masing 35,71% dan 4,17% (yoy) pa da akhir kuartal II/2016.

    Sebaliknya, PT Paninvest Tbk. (PNIN) dan entitas anak usaha yang pada kuartal pertama membukukan pertumbuhan 27,81%, jus tru mengalami penurunan realisasi pre mi hingga 21,92% (yoy).

    Direktur Teknik Asuransi Jasa Tania Ade Zulfikar menuturkan realisasi perolehan pre mi tersebut masih belum sesuai rencana yang ditetapkan perseroan sepanjang tahun ini. “Untuk premi, meskipun di atas tahun lalu, yakni tumbuh 4%, tetapi ma sih belum sesuai target RKAP,” jelasnya ke pada Bisnis, Senin (1 Agustus 2016).

    Presiden Direktur PT Asuransi Mitra Mapar ya Tbk. (ASMI) Cholil Hasan barubaru ini mengungkapkan, pada tahun ini, se lain mengejar produktivitas, pihaknya juga menekankan kualitas bisnis. Hal itu di rea lisasikan dengan menyeleksi mitra usa ha lebih ketat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.