Indeks Saham BEI Dibuka Turun 5,74 Poin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau biasa disebut Indonesia Stock Exchange (IDX). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Logo PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau biasa disebut Indonesia Stock Exchange (IDX). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) turun 5,74 poin atau 0,11 persen menjadi 5.367,58 dalam pembukaan perdagangan Rabu pagi, 3 Agustus 2016.

    Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga bergerak melemah 0,19 persen menjadi 924,81.

    "Aksi jual oleh pelaku pasar setelah reli kenaikan saham selama beberapa hari terakhir membuat laju IHSG pada hari ini tertahan," kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere.

    Kondisi ekonomi global yang belum kondusif, menurut dia, berdampak negatif terhadap bursa saham di kawasan Asia, sehingga menjadi salah satu faktor yang menahan laju IHSG.

    "Ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian dan otoritas moneter Amerika Serikat yang tengah bersiap menaikkan suku bunga kembali menjadi salah satu pertimbangan investor," kata Jonckheere.

    Kendati demikian, Jonckheere menjelaskan, sentimen terkait dengan penerapan kebijakan amnesti pajak dari dalam negeri dapat menahan penurunan IHSG dan masih berpotensi menjadi katalis positif bagi bursa saham Indonesia.

    Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, menambahkan bahwa investor asing yang diproyeksikan masih melanjutkan aksi beli dapat membuat penurunan IHSG menjadi terbatas.

    "Data perekonomian domestik yang stabil menjadi salah satu faktor yang membuat aliran dana asing masih masuk," tuturnya.

    Di tingkat regional, indeks Hang Seng melemah 358,58 poin (1,62 persen) menjadi 21.770,56; indeks Nikkei turun 139,84 poin (0,85 persen) ke level 16.251,61; dan Straits Times melemah 24,23 poin (0,86 persen) ke posisi 2.833,05.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.