Indonesia-Afrika Selatan Sepakat Genjot Investasi Proyek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Retno LP Marsudi usai rapat koordinasi Crisis Center di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 14 Juli 2016. TEMPO/Hans Yo

    Menlu Retno LP Marsudi usai rapat koordinasi Crisis Center di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, 14 Juli 2016. TEMPO/Hans Yo

    TEMPO.COJakarta - Indonesia dan Afrika Selatan sepakat mendorong kerja sama co-production dan pemasaran, serta mendorong investasi terutama untuk infrastruktur, energi, industri strategis, dan industri manufaktur.

    Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Afsel di sela World Islamic Economic Forum (WIEF), Selasa, 2 Agustus 2016.

    Selain itu, Retno menyampaikan bahwa Indonesia mendorong pelaksanaan The 3rd Meeting of Joint Trade Committee di Afrika Selatan. Forum ini dipandang dapat menjembatani lebih jauh kerja sama perdagangan kedua negara.

    “Kerja sama perdagangan kedua negara yang cukup baik. Afrika Selatan adalah mitra dagang Indonesia kedua terbesar di Benua Afrika,” kata Retno. Dia menjelaskan, pada 2015, nilai perdagangan Indonesia-Afrika Selatan mencapai US$ 898 juta, dengan surplus Indonesia sebesar US$ 434,19 juta.

    Ekspor utama RI ke Afrika Selatan berupa kendaraan bermotor, karet, alas kaki, ban, dan kertas. Adapun impor utama RI dari Afrika Selatan berupa bubur kayu (pulp), gula, aluminium, besi, baja, kapas, dan mesin-mesin.

    Retno juga memaparkan bahwa foreign direct investment (FDI) Afrika Selatan di Indonesia pada 2015 tercatat senilai US$ 1,8 juta.

    Afrika Selatan merupakan satu-satunya negara Afrika yang memiliki kesepakatan Kemitraan Strategis dengan Indonesia, suatu kemitraan yang disepakati melalui Joint Declaration on a Strategic Partnership for a Peaceful and Prosperous Future Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of South Africa pada 17 Maret 2008.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.