Gaji Prioritas Kedua bagi Pencari Kerja Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon tenaga kerja antri untuk mengambil formulir data diri pada Bursa Kerja Makassar 2015 di Unhas,  Makassar, Rabu 21 Januari 2015. Kesempatan ini tidak dilewatkan oleh para pencari kerja, terlihat dari antrean memanjang dari para pencari kerja. TEMPO/Fahmi Ali

    Sejumlah calon tenaga kerja antri untuk mengambil formulir data diri pada Bursa Kerja Makassar 2015 di Unhas, Makassar, Rabu 21 Januari 2015. Kesempatan ini tidak dilewatkan oleh para pencari kerja, terlihat dari antrean memanjang dari para pencari kerja. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Informasi mengenai besaran gaji atau tunjangan dan kesejahteraan dari pekerjaan di sebuah perusahaan rupanya hanya menempati urutan kedua dari hal yang ingin diketahui oleh pencari kerja di Indonesia.

    Hal itu terungkap dalam Studi Indonesia Talent Trends 2016 yang dikeluarkan oleh media sosial profesional, LinkedIn, yang menyebutkan bahwa informasi mengenai tunjangan dan kesejahteraan hanya menarik minat 53 persen kalangan profesional di Indonesia.

    Sebanyak 59 persen kalangan profesional di Indonesia mengaku lebih tertarik mengetahui lebih lanjut informasi mengenai budaya dan nilai perusahaan bersangkutan.

    Sedangkan di urutan ketiga, setelah nilai-nilai dan budaya perusahaan serta besaran tunjangan dan kesejahteraan, 51 persen kalangan profesional memperhatikan informasi mengenai lokasi kantor.

    Informasi mengenai nilai-nilai dan budaya perusahaan rupanya juga menjadi preferensi prioritas bagi generasi millenial pencari kerja di Asia Tenggara, demikian kata Head of Talent Solutions Asia Tenggara LinkedIn Frank Koo.

    "Sebanyak 66 persen generasi millenial pencari kerja di Asia Tenggara menyebutkan nilai-nilai dan budaya perusahaan sebagai hal yang paling mereka pedulikan," kata Frank dalam diskusi di Jakarta, Selasa (2 Agustus 2016).

    Data LinkedIn menyebutkan bahwa ketika mendapatkan informasi lowongan pekerjaan sebanyak 24 persen angkatan kerja generasi millenial mengaku belum pernah mendengar informasi seputar perusahaan yang membuka lowongan tersebut, dibandingkan 18 persen dari generasi X dan 16 persen dari generasi baby boomers.

    Sebagai informasi generasi millenial mengacu kepada angkatan kerja yang saat ini usianya berada di kisaran 18-34 tahun, generasi X usia 35-50 tahun dan baby boomers merujuk pada usia 51 tahun atau lebih.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?