Amankan Pasokan, Pertamina Akuisisi Perusahaan Migas Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pertamina Persero, Dwi Soetjipo, bersama dengan petugas sedang meninjau CPP (Central Prossesing Plan) Gundih di Blora, Jawa Tengah, 22 Juli 2016. TEMPO/Bagus Prasetiyo

    Direktur Utama PT Pertamina Persero, Dwi Soetjipo, bersama dengan petugas sedang meninjau CPP (Central Prossesing Plan) Gundih di Blora, Jawa Tengah, 22 Juli 2016. TEMPO/Bagus Prasetiyo

    TEMPO.COJakarta - PT Pertamina (Persero) mengumumkan akuisisi saham perusahaan minyak dan gas bumi asal Prancis, Maurel & Prom. Perseroan membeli 24,53 persen saham Maurel seharga Rp 2,9 triliun (200 juta euro). 

    "Rencana ini sudah mendapat restu dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara," ujar Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Senin, 1 Agustus 2016.

    Dwi mengatakan pembelian saham ini bertujuan mengamankan pasokan migas di luar negeri. M&P diketahui menguasai cadangan migas hingga 205 juta barel, yang tersebar di Afrika, Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Utara. 

    Aset eksploitasi utama perusahaan tersebut terletak di Gabon, Tanzania, dan Nigeria. Produksinya mencapai 30 ribu barel setara minyak per hari. M&P juga memiliki saham blok eksplorasi di Prancis, Italia, dan Myanmar.

    Akuisisi, kata Dwi, berada dalam proses persetujuan perubahan porsi kepemilikan saham M&P oleh pemerintah Prancis dan negara sekitar tempat aset M&P tersebar. Masa pembayaran dimulai pada awal tahun depan.

    Dwi berharap Pertamina bisa melakukan tender offer, yakni proses penawaran pembelian saham kepada pemegang kepemilikan lain di M&P. Proses ini berlangsung hingga 90 hari, dimulai pada awal September. "Kami menginginkan kepemilikan mayoritas paling tidak awal Desember mendatang," tuturnya.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.