Debu Gunung Baru Jari, Bandara Lombok Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Barujari yang berada di tengah danau Segara Anak mengeluarkan debu vulkanik saat meletus di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 25 Oktober 2015. Gunung Barujari atau Gunung Baru berada di kaldera Gunung Rinjani dengan kawah berukuran 170m x 200 meter. ANTARA/Lalu Edi

    Gunung Barujari yang berada di tengah danau Segara Anak mengeluarkan debu vulkanik saat meletus di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 25 Oktober 2015. Gunung Barujari atau Gunung Baru berada di kaldera Gunung Rinjani dengan kawah berukuran 170m x 200 meter. ANTARA/Lalu Edi

    TEMPO.CO, Mataram - Debu abu gunung Baru Jari Rinjani akhirnya sampai di kawasan Lombok International Airport (LIA). Karenanya, demi keselamatan penerbangan, ditutup mulai pukul 16.15 Senin 1 Agustus 2016 sore ini hingga pukul 10 pagi keesokan harinya, Selasa 2 Agustus 2016.

    General Manager LIA I Gusti Ngurah Ardita menjelaskan kepada Tempo setelah selesai rapatnya di Crisis Center bersama pihak Air Navigation, BMKG, Airlines dan ground handling. ‘’Debu sudah di atas bandara. Tidak boleh ada penerbangan lagi. Rentan. ‘’ kata Gusti Ngurah Ardita, Senin 1 Agustus 2016.

    Ia menjelaskan adanya rapat tersebut setelah mendapatkan hasil pantauan Satelite Himawari dan Darwin Volcanic Ash Advisory Center. Sedangkan banyaknya penerbangan yang dibatalkan masih dihitung. 

    Sebelumnya, Ketua Pos Pengamatan Gunug Rinjani Mutaharlin mengatakan akan memantau langsung kondisi gunung Baru Jari di Plawangan dari arah Sembalun, Senin 1 Agustus 2016 malam. Ini dilakukan setelah adanya hasil Citra Satelit Cuaca Himawari pukul 12.50 Waktu Indonesia Tengah yang menyatakan adanya pergerakan debu vulkanik ke selatan. 

    Plawangan yang berjarak delapan kilometer atau ditempuh selama tujuh jam dari Pos Pengamatan di Sembalun, ditempatkan kamera CCTV. Sedangkan dari Plawangan ini ke Gunung Baru Jari sekitar tiga kilometer atau waktu tempuh empat jam.

    Rencananya Mutaharlin akan memantau kondisi sebenarnya pada waktu malam hari. Selain itu juga akan mengganti aki kamera CCTV yang ada di sana. ‘’Setahu saya, masih dalam batas wajar. Sisa-sisa letusan 2015 lalu,’’ katanya kepada Tempo, Senin 1 Agustus 2016 sore.

    Tetapi pendakian hanya direkomendasikan di seputaran danau saja yang ketinggiannya 2.000 meter di atas permukaan laut yang berjarak 1,5 kilometer dari pusat letusan Baru Jari yang ketinggiannya 2.376 meter.

    Gunung Baru Jari di kawasan pegunungan Rinjani meletus pada Minggu 25 Oktober 2015 pukul 10.45 pagi. Asap letusannya yang tebal hitam setinggi sekitar 200 meter. Statusnya dinyatakan waspada. Kemudian, para pendaki gunung Rinjani diminta untuk menjauhi gunung Baru Jari yang berada di area danau Segara Anak. Sebab, dikawatirkan adanya gas beracun setelah terjadinya erupsi yang terpantau sejak Sabtu 9 Juli 2016 malam.

    Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Agus Budi Santoso menjelaskan bahwa letusan Baru Jari adalah aktivitas ikutan keluarnya material vulkanik akibat gempa yang terjadi sebelumnya, Senin 1 Agustus 2016 pukul 07.40 Waktu Indonesia Tengah yang kekuatannya 5,7 skala richter.berasal dari kedalaman 18 kilometer pada posisi lokasi 63 kilometer arah barat laut Dompu lokasinya berada di 8.23 Lintang Selatan dan 117,86 Bujur Timur.

    Menurut Agus Budi Santosa, di seismograf tidak terdeteksi gempa tremor nya. Dari citra satelit arah asap ke selatan, letusan kecil efek dari gempa di Sumbawa tersebut, sejauh ini status masih normal. ‘’Pendaki dilarang mendekat ke gunung Barujari,’’ ucapnya. Dampak debu vulkanik sekitar pukul 15.00 WITA terasa di wilayah Lombok Tengah.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.