BPS: Juni, Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 5,03 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta melintas saat pengendara motor mengunakan jalan pintas di dekat rel kereta api di Kawasan Buaran, Jakarta, 28 Juli 2016. Umumnya pelanggaran ini dilakukan saat kemacetan jam pulang kerja. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Kereta melintas saat pengendara motor mengunakan jalan pintas di dekat rel kereta api di Kawasan Buaran, Jakarta, 28 Juli 2016. Umumnya pelanggaran ini dilakukan saat kemacetan jam pulang kerja. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin mengatakan jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera pada Juni 2016 menurun dibanding pada Mei 2016. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api meningkat.

    Suryamin mengatakan jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Juni lalu menurun hingga 5,03 persen dibanding bulan sebelumnya. Penumpang pada periode tersebut tercatat 29,2 juta orang, sedangkan pada Mei ada 30,7 juta orang yang menggunakan kereta api.

    "Sebagian besar penumpang pada Juni 2016 merupakan penumpang Jabodetabek pengguna Commuter," kata Suryamin di kantor BPS, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2016. Jumlah penumpang Commuter mencapai 23,8 juta orang atau 81,69 persen dari total penumpang kereta api. 

    Suryamin mengatakan penurunan jumlah penumpang kereta api terjadi di semua wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek); Jawa non-Jabodetabek; dan Sumatera. Masing-masing wilayah menurun hingga 2,38 persen; 15 persen; dan 18,60 persen.

    Secara akumulatif, jumlah penumpang kereta api selama semester I 2016 mencapai 171,8 juta orang atau naik 9,58 persen dibanding periode yang sama pada 2015. Jumlah penumpang di Jabodetabek naik 11,57 persen, Jawa non-Jabodetabek naik 1,59 persen, dan Sumatera naik 8,31 persen. 

    Berbanding terbalik dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api justru meningkat. Jumlah barang naik 11,18 persen dari 2,7 juta ton pada Mei menjadi 3 juta ton pada Juni.

    "Sebagian besar barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera," ucapnya. Totalnya 2 juta ton dari keseluruhan barang yang diangkut.

    Di wilayah Jawa non-Jabodetabek, peningkatan jumlah barang mencapai 8,25 persen. Sedangkan di Sumatera, kenaikannya sebanyak 12,60 persen. 

    Menurut Suryamin, jumlah barang yang diangkut kereta api selama semester I 2016 mencapai 16,9 juta ton atau naik 10,70 persen dibanding periode yang sama pada 2015. Peningkatan terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing 4,58 persen dan 13,69 persen.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.