Prospek Bisnis MICE Indonesia Bagus, Tapi...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung melihat pakaian diskon dalam acara Midnight Sale di Senayan City, Jakarta, 25 Juni 2016. Program Jakarta Great Sale tersebut pun diadakan 24 pusat perbelanjaan ternama di ibu kota. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah pengunjung melihat pakaian diskon dalam acara Midnight Sale di Senayan City, Jakarta, 25 Juni 2016. Program Jakarta Great Sale tersebut pun diadakan 24 pusat perbelanjaan ternama di ibu kota. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan, prospek bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran) sangat bagus. “Prospek MICE sangat bagus,” ujar Asisten Deputi Direktur Bidang Pameran Wisata Asia Tenggara, Nurdiansyah saat ditemui di Jakarta, Sabtu, 30 Juli 2016.

    Alasannya, menurut Nurdiansyah, tamu  asing yang datang untuk mengadakan pertemuan dan menyelenggarakan acara ke Indonesia tak hanya mengajak relasi kerja mereka saja. Namun juga mengajak keluarga.

    Nurdiansyah menambahkan bukan tak mungkin menyatukan  bisnis pertemuan tersebut dengan industri pariwisata Tanah Air yang sudah ada. Pasalnya, pada sejumlah lokasi MICE juga terdapat destinasi wisata di sekitarnya.

    Baca Juga: Target 12 Juta Turis Asing, Kementerian Pariwisata Andalkan 10 Tempat Ini

    Namun masih terdapat sejumlah kendala, utamanya dari sisi aksesibilitas. Nurdiansyah menyebut, sejumlah lokasi dengan potensi wisata yang besar masih sulit dijangkau. Terlebih sampai saat ini Indonesia masih mengandalkan hub Singapura. “Padahal kita sudah punya Great Jakarta, Great Batam, dan Great Bali.”

    Terkait lokasi, Kemenpar mengandalkan lima kota besar di Indonesia untuk bisnis MICE. Kelima kota itu adalah Medan, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Bali. Kemenpar berharap, pada hingga akhir 2016 ini MICE bisa menyimbang 5 persen dari total wisatawan mancanegara (wisman).

    Adapun Kemenpar melaporkan, sejak Januari 2016 hingga Mei 2016, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 4.433.932 orang. Angka tersebut naik 7,48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir 2016, Kemenpar menargetkan wisman yang masuk ke Indonesia mencapai 12 juta orang.

    Simak: Hingga Mei 2016, Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Capai 4,33 Juta

    Berdasarkan negara asal wisman, dari data Kemenpar, Singapura menduduki posisi pertama sebagai penyumbang wisatawan asing. Di posisi kedua ada Malaysia dan kemudian posisi ketiga ada Australia. Sisanya ada Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).