IHSG Akhir Pekan Ditutup Turun 83,21 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jumat (29 Juli 2016), ditutup melemah sebesar 83,21 poin seiring aksi ambil untung investor.

    IHSG BEI ditutup turun 83,21 poin atau 1,57 persen menjadi 5.215,99. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 20,86 poin (2,28 persen) menjadi 892,84.

    Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa aksi ambil untung investor menahan laju indeks BEI untuk bergerak lebih tinggi pada akhir pekan ini (Jumat, 29 Jui 2016).

    "Di tengah variatifnya sentimen global dan tanda tanya akan seberapa lama bertahannya sentimen positif terkait amnesti pajak dan Kabinet Kerja yang baru, sebagian investor melakukan aksi ambil untung terlebih dahulu," katanya.

    Secara teknikal, lanjut dia, kondisi harga saham di dalam negeri yang mulai masuk dalam area jenuh beli atau "overbought" turut menjadi salah satu faktor yang mendorong investor di pasar saham melakukan aksi ambil untung.

    Kendati demikian, lanjut dia, investor asing yang masih membukukan aksi beli menahan tekanan indeks BEI lebih dalam. Berdasarkan data BEI tercatat, investor asing membukukan beli bersih atau "foreign net buy" sebesar Rp1,584 triliun pada akhir pekan ini (Jumat, 29 Juli 2016).

    Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 291.976 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,38 miliar lembar saham senilai Rp11,88 triliun. Terdapat 147 saham naik, 174 saham turun, dan 88 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

    Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 282,97 poin (1,28 persen) ke level 21.891,37, indeks Nikkei naik 92,43 poin (0,56 persen) ke level 16.569,27, dan Straits Times melemah 49,93 poin (1,71 persen) ke posisi 2.868,69.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).