Semester I: Bank Yudha Bhakti Raih Laba Fantastis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana transaksi di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Jumat (05/02). Statistik Perbankan Syariah hingga akhir Desember 2009, berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 791 miliar, naik 83,1% dari tahun sebelumnya Rp 432 miliar. TEMPO/Dinul Mubarok

    Suasana transaksi di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Jumat (05/02). Statistik Perbankan Syariah hingga akhir Desember 2009, berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 791 miliar, naik 83,1% dari tahun sebelumnya Rp 432 miliar. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Yudha Bhakti Tbk. mencatatkan raihan laba sebelum pajak senilai Rp40,70 miliar pada semester I/2016.  Secara tahunan, laba yang dicatatkan pada paruh pertama ini naik sebesar 157,59% atau 136,03% dibandingkan akhir tahun lalu.

    Direktur Utama Bank Yudha Bhakti Arifin Indra mengatakan peningkatan laba perseroan seiring dengan penyaluran kredit sebesar 23,35% secara tahunan (year on year) dari Rp2,3 triliun menjadi Rp2,9 triliun.

    “Peningkatan laba ini tidak lepas dari usaha kami dalam mengelola pendanaan dan portofolio kredit perseroan,” ujarnya dalam paparan kinerja Bank Yudha Bhakti di Jakarta, Kamis (28 Juli 2016).

    Arifin menyatakan penyaluran pinjaman emiten dengan kode saham BBYB sepanjang semester I/2016 disokong oleh kredit konsumer, terutama kredit pensiun yang tumbuh 36,59% dibandingkan akhir tahun lalu (year to date) dari Rp1,49 triliun menjadi Rp1,73 triliun.

    Bisnis kredit pensiunan masih akan menjadi fokus bisnis perseroan ke depannya. Arifin menyebutkan untuk bisa menjaga kinerja di bisnis ini, pihaknya mengandeng PT Asabri, sebagai pemegang saham, dan PT Taspen untuk menyalurkan kredit pensiunan.

    Dari sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK), Bank Yudha Bhakti mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,39% y-t-d dari Rp2,96 triliun menjadi Rp3,00 triliun.

    Simpanan berjangka atau deposito mendominasi himpunan DPK perseroan dengan porsi sebesar 90,6% terhadap total dana masyarakat yang dihimpun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.