Legislator Usulkan Semua Hewan Ternak Diasuransikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sapi. ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo

    Ilustrasi sapi. ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron berharap semua hewan ternak mendapatkan asuransi, sama seperti tanaman padi untuk meningkatkan produksi pangan.

    "Kami sudah mengusulkan melalui Komisi IV DPR RI, dan Kementerian Pertanian RI pun merespons baik, bahwa hewan ternak, khususnya sapi, juga harus mendapatkan program asuransi," kata Herman Khaeron kepada Antara di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 27 Juli 2016.

    Menurut dia, program asuransi ini bertujuan untuk melindungi peternak dari berbagai hal yang bisa merugikan mereka, seperti serangan penyakit. Pemberian asuransi ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

    Perihal besaran nilai premi asuransi yang harus dibayarkan peternak masih dalam pembahasan. Namun sudah pasti pembayaran pokok premi tersebut disubsidi oleh pemerintah pusat, sama seperti asuransi padi, di mana petani hanya membayar 20 persen dari nilai premi dan 80 persennya disubsidi pemerintah.

    Diharapkan adanya asuransi untuk hewan ternak, khususnya sapi, bisa menggenjot produksi daging sapi sehingga tidak perlu impor lagi seperti di saat-saat tertentu. Salah satunya saat menghadapi Idul Fitri.

    "Adanya kejelasan perlindungan bagi peternak bisa meningkatkan semangat para peternak menggenjot produksinya dan tujuan akhirnya peternak bisa meningkatkan kesejahteraannya," kata Herman.

    Sementara itu, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Momon Rusmono, mengatakan, bukan hanya ternak saja yang mendapatkan program asuransi, melainkan juga petani yang lahannya berada di daerah rawan bencana harus mendapatkan program tersebut.

    Untuk itu, pihaknya terus berupaya bersama perusahaan asuransi yang ditunjuk, agar bisa tetap mencairkan asuransinya jika lahan pertaniannya terkena bencana dan berada di daerah rawan bencana.

    "Upaya dari pemerintah untuk melindungi dan menyejahterakan petani terus kami galakkan, yang salah satunya meningkatkan kualitas tenaga harian lepas (THL) penyuluh pertanian dalam memberikan pendampingan," ujar Momon.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.