Bursa Sambut Reshuffle Kabinet, Menguat Hampir 1 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang pialang saat memantau pergerakan saham IHSG pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Ekspresi seorang pialang saat memantau pergerakan saham IHSG pada layar monitor di Mandiri Sekuritas, Jakarta, 8 April 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 49,966 poin (0,96 persen) ke posisi Rp 5.274,361 pada Rabu, 27 Juli 2016. Kenaikan indeks ini merupakan tanggapan positif para pelaku pasar pada perombakan kabinet yang diumumkan Presiden Joko Widodo, siang tadi.

    “Pasar makin optimistis, membuat tren naik IHSG menuju 5.300. Reshuffle kabinet dianggap cukup positif ke depan,” kata periset senior HD Capital, Yuganur Wijanarko.

    Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertinggi pada 5.301,930 atau menguat 77,535 poin sesaat setelah pengumuman reshuffle dilakukan di Istana Negara pukul 10.30. Adapun level terendahnya pada angka Rp 5.245,404 atau menguat 21,009 poin.

    Sepanjang hari ini, sebanyak 218 saham ditransaksikan naik, 116 saham turun, 89 saham stagnan, dan 148 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

    Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 8,6 triliun dan Rp 1,5 triliun di pasar negosiasi. Total transaksi hari ini senilai Rp 10,14 triliun. Adapun investor asing mencatat pembelian saham senilai Rp 4,5 triliun dan penjualan saham Rp 3,8 triliun. Alhasil, investor asing mencatat pembelian saham bersih (net foreign buy) senilai Rp 617,5 miliar.

    Dari sembilan sektor saham yang diperdagangkan, tujuh di antaranya mendukung penguatan IHSG. Saham-saham pada sektor industri dasar memimpin penguatan 2,51 persen, disusul keuangan 1,48 persen, infrastruktur 1,45 persen, perdagangan 0,75 persen, properti 0,65 persen, konsumer 0,65 persen, dan pertambangan menguat 0,32 persen. Di lain sisi, saham-saham perkebunan turun 0,33 persen dan aneka industri melemah 0,66 persen.

    Adapun saham-saham yang paling banyak mengalami peningkatan atau top gainers antara lain saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang naik Rp 1.650 menjadi Rp 46.600, saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 21.500, dan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 39.800.

    Sedangkan saham-saham yang paling banyak turun nilainya (top loosers) antara lain saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) turun Rp 250 menjadi Rp 5.950, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp 1.800 menjadi Rp 69.200, dan saham PT United Tractor Tbk (UNTR) turun Rp 300 menjadi Rp 15.400.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.