Pensiun sebagai Menteri, Sudirman Said: Saya Mau Jualan Telur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said meninjau Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali yang berlokasi di Gardu Induk Gandul, Cinere, Depok, 3 Juli 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said meninjau Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali yang berlokasi di Gardu Induk Gandul, Cinere, Depok, 3 Juli 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengocok ulang kabinet kerjanya. Salah satu yang diganti adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Posisinya digantikan oleh Arcandra Tahar.

    Lelaki yang hampir dua tahun menjabat sebagai menteri ini legawa dengan keputusan Jokowi. "Saya berjalan turun dengan integritas, dengan harga diri," kata Sudirman, Rabu, 27 Juli 2016. 

    Lantas, apa rencana Sudirman setelah meninggalkan jabatannya sebagai menteri? 

    Sudirman menuturkan sejauh ini dia hanya ingin pulang kampung. "Sambil belajar dagang telur," ujar lelaki 53 tahun tersebut. Sudirman lahir dan besar di Desa Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Daerah yang dikenal dengan sentra produksi telur asin.

    BacaCuitan Sudirman Said Usai dari Istana: Tugas Besar Selesai  

    Staf Ahli Menteri ESDM, Tri Mumpuni, menilai pekerjaan pengganti Sudirman jauh lebih ringan. Tri mengatakan Sudirman sudah melakukan sejumlah pembenahan, dari merotasi pejabat dan pegawai negeri sipil, menyederhanakan perizinan, sampai mengurus pembangunan energi di wilayah terpencil.

    Namun kinerja Sudirman tidak luput dari kontroversi. Dia kerap menyampaikan pernyataan keras yang menyinggung beberapa pihak, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam polemik pembubaran Petral. 

    Polemik lainnya adalah skandal "Papa Minta Saham" yang menyeret mantan Ketua DPR Setya Novanto. Bahkan kasus "Papa Minta Saham" ini sampai ke Kejaksaan Agung. 

    Teranyar adalah soal pembangunan Blok Masela. Ladang gas terbesar ini menjadi keributan lantaran Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mempersoalkan rencana pengembangan Blok Masela yang menggunakan skema kilang terapung. Rizal dan Sudirman sempat saling sindir di media sosial. Ujungnya, Jokowi mengakhiri perseteruan dengan memutuskan pengembangan blok melalui kilang darat.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.