Indeks Dow Berakhir Merah Jelang Kebijakan Federal Reserve

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Saham. Tempo/Imam Sukamto

    Ilustrasi Saham. Tempo/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Dow berakhir di posisi merah pada Selasa atau Rabu pagi WIB (27 Juli 2016), akibat hasil mengecewakan dari McDonald, ketika para investor menunggu pengumuman kebijakan oleh Federal Reserve AS.

    Saham McDonald merosot 4,5 persen setelah perusahaan melaporkan penurunan laba kuartal kedua 9,1 persen menjadi 1,09 miliar dolar AS. Penurunan itu akibat biaya 230 juta dolar AS dari operasi refranchising dan pertumbuhan lesu di seluruh pasarnya.

    Analis memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga AS rendah saat mengumumkan kebijakannya pada Rabu waktu setempat. Tapi banyak yang mengatakan bank sentral dapat memberikan sinyal kemungkinan lebih besar kenaikan suku bunga pada tahun ini.

    AFP melaporkan, Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 19,31 poin (0,10 persen) menjadi ditutup pada 18.473,75.

    Indeks berbasis luas S&P 500 naik tipis 0,70 poin (0,03 persen) menjadi berakhir di 2.169,18, sementara indeks komposit Nasdaq saham-saham teknologi menguat 12,42 poin (0,24 persen) menjadi 5.110,05.

    McDonald menderita penurunan paling besar di antara perusahaan-perusahaan Dow yang melaporkan laba kuartalannya. Di antara saham-saham unggulan (blue chips) lainnya yang merilis laporan laba, DuPont naik 0,4 persen, 3M turun 1,1 persen dan Verizon turun 1,9 persen.

    Caterpillar, anggota Dow lainnya, melonjak 5,2 persen setelah memberikan sinyal akan memangkas lebih banyak pekerjanya dalam menanggapi penurunan berkelanjutan investasi oleh perusahaan-perusahaan minyak dan pertambangan, sedangkan United Technologies naik 3,1 persen karena meningkatkan perkiraan untuk setahun penuh.

    Under Armour jatuh 5,1 persen karena laba bersihnya untuk kuartal kedua turun 57 persen menjadi 6,3 juta dolar AS, meskipun pendapatan perusahaan naik 27,7 persen menjadi satu miliar dolar AS. Credit Suisse mengatakan hasil itu menggarisbawahi kekhawatiran tentang profitabilitas karena perusahaan pakaian olahraga berkembang cepat.

    Gilead Sciences merosot 8,5 persen setelah memangkas proyeksinya untuk setahun penuh, menyusul penurunan penjualan dan laba bersih pada kuartal kedua. Hasil perusahaan biotek terpukul penjualan mengecewakan pada obat Harvoni-nya untuk mengobati hepatitis C.

    Dalam non-berita laba, Netflix melonjak 4,3 persen di tengah berita penandatanganan kesepakatan dengan 20th Century Fox untuk menjadi penyelenggara streaming global bagi sukses besar nominasi Emmy "American Crime Story."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?