Pefindo: Penerbitan Obligasi Semester II Capai Rp36 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obligasi Negara Ritel Seri ORI009. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Obligasi Negara Ritel Seri ORI009. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Penerbitan obligasi sepanjang semester II/2016 diprediksi tidak akan sebanyak semester I/2016. Adapun, mandat penerbitan obligasi yang diterima PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) saat ini untuk terbit semester II mencapai Rp36 triliun.

    Direktur Utama PT Pefindo Salyadi Saputra mengatakan sebagian besar rencana penerbitan obligasi sudah terealisasi pada semester I/2016. Dengan demikian, penerbitan obligasi pada semester II/2016 tidak akan sebanyak semester I/2016.

    "Mandat yang sudah kami terima saat ini untuk semester II/2016 sekitar Rp36 triliun. Tentunya tidak akan sebanyak semester I," kata Salyadi saat ditemui Bisnis.com di sela-sela acara Sosialisasi Amnesti Pajak dan Perkembangan Kebijakan Ekonomi Indonesia, di Jakarta, Selasa (26 Juli 2016).

    Menurutnya, penerbitan obligasi pada semester II masih akan didominasi oleh sektor pembiayaan. Adapun, dari sektor infrastruktur belum ada yang berkomitmen untuk merealisasikannya pada semester II. "Bicara informal sudah ada, tapi belum ada sampai tahap serius," tambahnya.

    Sebelumnya, Pefindo memprediksi emisi obligasi korporasi pada tahun ini diproyeksi menyentuh rekor tertinggi Rp80 triliun-90 triliun seiring besarnya mandat yang diterima oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia. Salyadi menilai masa puncak penerbitan obligasi korporasi adalah pada Juni dan Desember.

    "Mungkin mulai merealisasikan September nanti, kemudian di Desember akan banyak" ujarnya.

    Menurut Salyadi, mulai semaraknya penerbitan obligasi emiten sektor riil merupakan perkembangan positif. Berkaca dari realisasi emisi obligasi korporasi sepanjang 2015, emiten bank dan pembiayaan sangat mendominasi. Dari 49 emiten yang menerbitkan surat utang pada tahun lalu, hanya 19 emiten sektor nonbank dan pembiayaan. Adapun nilai emisinya hanya Rp20,22 triliun atau 29,81% dari total emisi Rp67,81 triliun.

    Sementara itu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2016 adalah 42 emisi dari 35 emiten senilai Rp56,02 triliun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.