Stabilkan Harga, Pemerintah Akan Susun Kebijakan Pangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan dalam ulang tahun ke-30 Bisnis Indonesia di Jakarta, 14 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan dalam ulang tahun ke-30 Bisnis Indonesia di Jakarta, 14 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah akan menyusun kebijakan pangan yang lebih komprehensif dalam waktu dekat. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, kebijakan itu dimaksudkan untuk menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga bagi komoditas pokok, seperti beras, daging sapi, gula, dan jagung.

    Darmin mengatakan setelah Idul Fitri, terdapat beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan harga. Untuk itu, kementerian-kementerian terkait akan mengkaji kembali perkembangan harga pangan dalam beberapa hari terakhir, seperti daging sapi, gula, dan bawang.

    "Sekarang masih agak tinggi, daging, bawang, dan gula. Sedangkan beras lebih stabil. Presiden menargetkan, dalam tiga bulan ke depan, kebijakan pangan dapat dijalankan. Ini nanti akan kami bahas lebih lanjut," ujar Darmin dalam rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa, 26 Juli 2016.

    Dalam rapat koordinasi mengenai ketersediaan dan stabilisasi harga pangan, hadir pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. Begitu juga Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Andi Eka Sakya serta Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti juga hadir. Para pejabat dari Kementerian Perindustrian dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional turut mengikuti rapat tersebut.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).