BUMN Didorong Masuk Bursa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memperbaiki pesawat di Garuda Maintenance Facility (GMF) hanggar 4 , di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, 28 September 2015. Hanggar ini mampu menampung 16 pesawat berbadan kecil (narrow body) untuk dilakukan perawatan dan perbaikan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pekerja memperbaiki pesawat di Garuda Maintenance Facility (GMF) hanggar 4 , di Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, 28 September 2015. Hanggar ini mampu menampung 16 pesawat berbadan kecil (narrow body) untuk dilakukan perawatan dan perbaikan. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI–ICMA) Pandu P. Sjahrir menilai sebaiknya badan usaha milik negara menjadi perusahaan terbuka dengan masuk bursa. Menurut putra ekonom Sjahrir ini, perusahaan terbuka memiliki keuntungan lebih besar dibandingkan perusahaan tertutup. 

    “Perusahaan yang terbuka, performance-nya jauh lebih baik,” kata Pandu di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa, 26 Juli 2016.

    Pandu mengatakan keterbukaan, transparansi, dan good and clean government (GCG) adalah kunci dari keberhasilan badan usaha milik negara. Ia mencontohkan, empat BUMN perbankan yang telah menjadi perusahaan go public membuat Indonesia dinilai paling maju dalam sektor perbankan. “Kenapa tidak kita lakukan ke BUMN-BUMN lain?” ujarnya. 

    BacaMenteri Rini: Kajian Pembentukan Holding BUMN Sudah Selesai

    Pandu menyebutkan ada beberapa BUMN yang terbuka lebar masuk bursa, yakni sektor infrastruktur, pembangkit listrik, serta minyak dan gas. “Pertamina dan PLN mungkin perusahaan yang paling besar di Asia, kenapa tidak di-listing-kan?” 

    Pandu menambahkan, BUMN yang masuk bursa saham jangan dinilai sebagai bentuk privatisasi, melainkan sebagai salah satu cara meningkatkan performa perusahaan. “Jangan dilihat kalau melakukan listing itu privatisasi besar.” 

    ARDITO RAMADHAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.