Wapres JK Bujuk Investor Pindahkan Dana ke Perumahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (kanan) berbincang dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (kiri) saat silaturahmi open house di Istana Wapres, Kebon Sirih, Jakarta, 6 Juli 2016. ANTARA FOTO

    Wapres Jusuf Kalla (kanan) berbincang dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (kiri) saat silaturahmi open house di Istana Wapres, Kebon Sirih, Jakarta, 6 Juli 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla membujuk para investor yang selama ini berinvestasi di negara dengan bunga kredit negatif untuk memindahkan dananya dalam membantu agenda Habitat III.

    The United Nations Conference on Housing and Sustainable Urban Development (Habitat III) merupakan agenda internasional yang memfokuskan pada isu-isu pembangunan perkotaan dan permukiman yang berkelanjutan dan diadakan setiap 20 tahun sekali.

    Dalam rangkaian acara menuju Habitat III, Indonesia menjadi salah satu tuan rumah The Third Session Of The Preparatory Committe For Habitat III (Prepcom) yang diselenggarakan pada 25 hingga 27 Juli di Surabaya.

    Dalam sambutannya, Wapres menekankan bahwa program perencanaan tata kota dan perumahan membutuhkan biaya besar dan kerja sama jangka panjang untuk mengimplementasikan agenda itu.

    Di sisi lain, dia menilai akan jauh lebih efisien bagi investor yang selama ini menanamkan modal di negara dengan bunga kredit negatif untuk ikut membantu berlangsungnya agenda ini.

    "Memberikan dana itu, memberikan bantuan atau bunga kredit kepada negara yang membutuhkan, dengan membayar bunga yang pantas meski kecil, daripada bunga negatif di perbankan negara maju," katanya dalam pembukaan Prepcom Habitat III, Senin (25 Juli 2016).

    JK mengatakan implementasi Habitat III bakal menggerakkan perekonomian dunia, mengingat pembangunan perumahan selama ini menjadi salah satu indikator menghitung kemajuan suatu negara.

    "Kalau berkembang perumahan artinya memberikan impact yang besar kepada lebih dari seratus industri lainnya, Apakah itu industri besi,cat, kaca dan sebagainya," jelasnya.

    Oleh karena itu, JK mengatakan Bank Perumahan Dunia sangat dibutuhkan untuk menunjang agenda ini selain adanya bank perumahan nasional di setiap negara.

    "Karena tidak mungkin sistem habitat atau perumahan yang baik dibangun dengan jangka pendek, marilah tentu memberikan kita semuanya," jelasnya.

    Adapun, pelaksanaan konferensi Habitat III akan diselenggarakan di Quito, Ekuador pada Oktober mendatang. Sebelumnya. Habitat II digelar pada 1996 di Turki.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.