Masyarakat Ekonomi Asean, Indonesia Incar Pasar Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gudang perusahaan toko online Lazada di Jakarta, 15 April 2016. Lazada menjual berbagai produkdari pakaian hingga barang elektronik konsumendi Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. REUTERS/Darren Whiteside

    Suasana gudang perusahaan toko online Lazada di Jakarta, 15 April 2016. Lazada menjual berbagai produkdari pakaian hingga barang elektronik konsumendi Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia mengincar pasar Filipina yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat dalam lima tahun terakhir di era keterbukaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

    Wakil Kepada Perwakilan RI (Wakeppri) di Manila Ade Petranto dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (25 Juli 2016), mengatakan kondisi perekonomian Filipina menunjukkan peningkatan pesat dalam lima tahun terakhir.

    "Ini menjadikan Filipina sebagai salah satu pasar potensial dan bisa menjadi penyumbang besar bagi surplus perdagangan Indonesia," katanya.

    Ia menambahkan, pada 2015 ekspor Indonesia ke Filipina tercatat mencapai 3,92 miliar dolar AS dengan posisi surplus Indonesia mencapai 3,24 miliar dolar AS.

    Sedangkan di bidang investasi, selama periode 2011-2015, tercatat investasi Filipina di Indonesia mencapai 25 juta dolar AS.

    Oleh karena itulah, pihaknya menggelar promosi terpadu bertajuk Wonderful Indonesia Festival di Glorietta Mall, salah satu pusat perbelanjaan paling populer di kawasan pusat bisnis Makati, Metro Manila, Filipina pada 25-26 Juli 2016.

    "Kegiatan ini kami harapkan mampu mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Filipina termasuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Filipina serta nilai investasi dan kunjungan wisatawan Filipina ke Indonesia," katanya.

    Promosi terpadu itu meliputi pameran produk perdagangan, investasi, pariwisata dan pendidikan kepada masyarakat Manila.

    Acara tersebut dihadiri ratusan undangan dari kalangan korps diplomatik, asosiasi-asosiasi pengusaha dan para importir, perwakilan media massa lokal, serta masyarakat umum.

    Sedangkan peserta pameran promosi terpadu ini terdiri dari perwakilan 23 perusahaan dan tujuh biro perjalanan.

    Selain itu, terdapat sejumlah perusahaan yang mengirimkan display produknya meliputi produk makanan dan minuman, handicraft, produk farmasi dan herbal serta produk perawatan tubuh.

    Selain dari Jakarta dan beberapa provinsi di Pulau Jawa dan provinsi Bali, pameran ini juga mendapat dukungan partisipasi sejumlah UMKM dari Sulawesi Utara.

    Booth KBRI Manila pada kesempatan tersebut menyediakan informasi mengenai daya tarik dan sektor-sektor unggulan investasi di Indonesia.

    Selain itu, KBRI Manila juga menyiapkan booth khusus untuk ekspo keunggulan pendidikan di Indonesia.

    Sedangkan perusahaan-perusahaan biro perjalanan menawarkan aneka paket wisata Indonesia yang menarik kepada pengunjung.

    Video promosi destinasi wisata serta promosi daya tarik investasi dan perdagangan Indonesia juga terus diputar di layar LED besar yang mendapat perhatian banyak pengunjung.

    Acara Wonderful Indonesia Festival itu mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata RI yang mengirimkan khusus tim kesenian yakni Bandung World Ethnic.

    Kepala Bidang Festival Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata Eddy Susilo mengatakan Filipina merupakan salah satu kantong wisatawan yang memiliki potensi besar untuk digarap.

    "Tahun ini kami menargetkan mampu menjaring 275.000 wisman asal Filipina. Realisasi tahun lalu 143.538 orang," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.