IHSG Diperkirakan Berpeluang Rebound

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016.  IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    Pergerakan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 18 Maret 2016. IHSG ditutup flat di level yang hampir sama dengan kemarin yakni 4.885,71 naik 0,02 poin atau 0%. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia awal pekan ini diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi berpeluang berbalik menguat.

    Analis ekonomi dari First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, kenaikan IHSG terutama dipicu respon atas rilis laba 2Q16 sejumlah emiten sektoral yang berhasil tumbuh di atas perkiraan. "IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.180 dan resisten di 5.250 berpeluang rebound," kata David  dalam pesan tertulis, Senin, 25 Juli 2016.                    
    Aksi ambil untung mewarnai perdagangan pada akhir pekan kemarin. IHSG tutup koreksi 19,722 poin (0,38 persen) di 5197,251. Sentimen pasar beralih ke rilis laba 2Q16 sejumlah emiten yang mulai keluar menjelang akhir Juli.

    Saham perbankan, semen, dan sektor konsumsi menjadi pemicu koreksi indeks. Selama sepekan terakhir IHSG berhasil melanjutkan penguatannya 1,7 persen. Ini merupakan penguatan untuk tiga pekan berturut-turut.

    Rally di pasar saham sepekan terakhir terutama dipicu derasnya arus dana asing yang masuk. Sepekan terakhir pembelian bersih asing mencapai Rp1,97 triliun. "Bila dilihat secara mingguan, pembelian bersih asing telah berlangsung selama delapan pekan berturut-turut hingga mencapai Rp19,5 triliun," tutur David.

    Selain dipicu sentimen domestik, terkait penerapan pengampunan pajak (tax amnesty), bergairahnya pasar saham terutama juga dipicu tren bullish pasar saham global dan emerging market. Dari sentimen pasar global, sentimen positif terutama dipicu ekspektasi berlanjutnya kebijakan stimulus sejumlah negara di dunia untuk menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan rendahnya ekspektasi kenaikan tingkat bunga di AS tahun ini.

    Sementara perkembangan pasar saham global akhir pekan lalu kembali bergerak positif setelah hari sebelumnya dilanda aksi ambil untung. Indeks Eurostoxx di kawasan Uni Eropa naik 0,13 persen di 2972,23. Di Wall Street, indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,3 persen dan 0,5 persen di 18570,85 dan 2175,03.

    Penguatan di Wall Street terutama ditopang saham berbasiskan teknologi menyusul sentimen rilis penjualan 2Q16 sejumlah emiten yang berhasil tumbuh di atas perkiraan. Indeks DJIA dan S&P selama sepekan terakhir berhasil menguat masing-masng 0,29 persen dan 0,61 persen menandai penguatan selama empat pekan berturut-turut.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?