Mudik Lebaran 2016, PT KAI Bukukan Pendapatan Rp 459 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa tiket calon penumpang kereta Matarmaja jurusan Pasar senen- Malang Jawa Timur di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 3 Juli 2016. Pada H-3 jelang Lebaran, Stasiun Senen memberangkatkan sebanyak 13.823 penumpang dengan 13 kereta reguler dan lima kereta tambahan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas memeriksa tiket calon penumpang kereta Matarmaja jurusan Pasar senen- Malang Jawa Timur di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 3 Juli 2016. Pada H-3 jelang Lebaran, Stasiun Senen memberangkatkan sebanyak 13.823 penumpang dengan 13 kereta reguler dan lima kereta tambahan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro mengatakan, pendapatan PT KAI naik selama masa mudik Lebaran 2016. Pendapatan itu diperoleh dari penjualan tiket kepada penumpang saja. “Kenaikannya 14 persen dibandingkan dengan tahun 2015,” kata Edi Sukmoro saat ditemui dalam acara konferensi pers evaluasi masa mudik di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Juli 2016

    Direktur Komersial PT Kereta Api Indonesia Bambang Eko Martono mengatakan, pendapatan untuk masa mudik Lebaran itu terhitung mulai H-12 atau 25 Juni 2016 sampai H+10 atau 17 Juli 2016. Dari hasil penjualan tiket, PT KAI membukukan pendapatan Rp 459 miliar. Untuk periode yang sama pada musim mudik tahun lalu, angkanya hanya sebesar Rp 401 miliar.

    Adapun pada masa mudik tahun ini, PT KAI mencoba melakukan sejumlah hal baru, yaitu sistem check in mandiri di beberapa stasiun di Pulau Jawa. Diharapkan dengan adanya sistem ini dapat memberi kenyamanan di stasiun dan mengurangi antrean. “Sudah ada di semua daerah operasi, tapi belum di semua stasiun,” ujar Bambang.

    Manajemen PT KAI meminta maaf jika ada keterlambatan keberangkatan dan kedatangan kereta. Keterlambatan ini akibat adanya gangguan teknis ataupun bencana alam, seperti yang terjadi di lintas Bangil-Pasuruan. Mereka juga mengapresiasi sejumlah pihak yang mendukung penyelenggaraan angkutan Lebaran.

    Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia mengatakan bahwa evaluasi operasi Idul Fitri menunjukkan ada peningkatan penumpang kereta api pada masa mudik dan arus balik Lebaran. Diketahui penumpang meningkat 7 persen menjadi 5,48 juta orang pada masa mudik dan balik Lebaran ini. Adapun pada 2015 angka penumpang kereta api pada masa mudik dan balik Lebaran adalah 5,1 juta penumpang.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.