Bank Kesejahteraan Ekonomi Catat Laba Rp22,23 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada kuartal I/2016 laba bersih PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE) tumbuh sebesar 135,40% secara year on year (y-o-y) atau menjadi Rp 22,23 miliar.

    Direktur Utama BKE Sasmaya Tahuleley mengatakan kenaikan laba bank yang diprakarsai oleh begawan ekonomi Indonesia Prof. Soemitro Djojohadikusomo ini didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar 38,76% yoy atau menjadi Rp2,20 triliun. 

    "Kredit sebagian besar disalurkan ke koperasi pegawai negeri dan pensiunan.Total koperasi yang menjadi nasabah BKE mencapai 1.300 di seluruh Indonesia,"ujarnya dalam paparan kinerja perseroan di Jakarta, Kamis (21 Juli 2016).

    Sedangkan jumlah aset meningkat 26,40% y-o-y atau menjadi Rp 2,83 triliun. Simpanan nasabah juga meningkat 28,79% (y-o-y) dan rasio kredit bermasalah (non performing loan/ NPL) bruto BKE tercatat sebesar 2,21%, tetap terjaga baik dibawah rata-rata industri. BOPO turun 8,57% atau tercatat sebesar 83,71%, CASA meningkat 2,59% atau tercatat sebesar 16,80%.

    Jaringan distribusi mencakup 7 kantor cabang dan 5 kantor cabang pembantu, yang didukung dengan jaringan ATM yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama dan ALTO.

    Direktur Bisnis BKE Wahju Hidajat mengatakan, kedepan pihaknya bakal melirik digital banking sebagai cara untuk memangkas biaya operasional. Salah satu yang ditargetkan adalah pemanfaatan branchless banking.

    Untuk itu BKE tengah menjajaki kerja sama dengan salah satu operator telekomunikasi untuk membangun infrastruktur digital.

    "Makanya kami berharap bisa segera naik ke BUKU II supaya bisa segera memanfaatkan digital banking," jelasnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.