Pecah Telur, 43 Tahun Mangkrak Proyek Ini Akhirnya Dibangun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sumber mata air Umbulan di Desa Winongan, Pasuruan, Jawa Timur.  TEMPO/Bibin Bintariadi

    Sumber mata air Umbulan di Desa Winongan, Pasuruan, Jawa Timur. TEMPO/Bibin Bintariadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, Jawa Timur siap dibangun. Tiga perjanjian turunan dari kerja sama tersebut ditandatangani hari ini, Kamis, 21 Juli 2016.

    Perjanjian yang ditandatangani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian itu ialah Perjanjian Penyediaan Air Minum Curah antara Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Provinsi Jawa Timur dengan PT Meta Adhya Tirta Umbulan. Selain itu, Perjanjian Penjaminan Infrastruktur antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Persero (PT PII) dengan PT Meta Adhya Tirta Umbulan, serta Perjanjian Regres antara Gubernur Jawa Timur dengan PT PII.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan proyek SPAM Umbulan sudah tertunda selama 43 tahun. "Dengan perjanjian ini, istilahnya pecah telur," katanya.

    SPAM Umbulan mulai direncanakan pada 1963. Lama tertunda, Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum kemudian menetapkan proyek tersebut sebagai salah satu showcase project berskema KPBU pada 2010. Darmin mengatakan SPAM Umbulan juga menjadi proyek pertama di sektor air yang didukung pemerintah dalam bentuk Viability Gap Fund (VGP).

    PT Meta Adhya Tirta Umbulan dipilih sebagai badan usaha yang melaksanakan proyek. Perusahaan tersebut dibentuk oleh konsorsium PT Medco Gas Indonesia dan PT Bangun Cipta Kontraktor selaku pemenang lelang proyek KPBU SPAM Umbulan.

    Pembangunan SPAM Umbulan menggunakan skema Built, Operate, Transfer (BOT) dengan masa konsesi 25 tahun. Perjanjiannya meliputi pekerjaan desain, konstruksi, operasi, pemeliharaan, pembiayaan sarana pengelolaan dan jaringan transmisi berkapasitas 4.000 liter per detik yang dilakukan badan usaha.

    Sumber air untuk SPAM Umbulan berasal dari mata air di Kabupaten Pasuruan. Air disalurkan sebagai air minum curah melalui saluran perpipaan transmisi. Panjangnya, menurut Darmin, sekitar 93,7 kilo meter.

    Air tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1,3 juta jiwa masyarakat Jawa Timur di lima kabupaten dan kota. Kelima daerah tersebut ialah Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik. Penyaluran melalui PDAM setempat.

    Darmin mengatakan proyek penyediaan air minum tersebut memiliki nilai total investasi sebesar Rp 4,51 triliun. Dana investasi swasta yang diserap mencapai Rp 2,05 triliun. "Final closing-nya antara 3 sampai 6 bulan. Semoga tidak terlalu lama," kata Darmin.

    Kementerian Keuangan memberikan Dukungan Kelayakan sebesar Rp 818 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memastikan harga beli air terjangkau dan menjaga aspek feasibility dari proyek tersebut.

    Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan proyek tersebut tak akan terlaksana tanpa dukungan pemerintah. "Sulit kalau tidak ada bantuan dari Kementerian," kata dia.

    Kemenkeu memberikan fasilitas penyiapan proyek melalui penugasan PT Sarana Multi Infrastruktur serta fasilitas penjaminan proyek melalui PT PII. Sedangkan Kementerian PUPR mendukung pembiayaan dan pembangunan pipa dari titik offtake sampai ke distribusi utama.

    Kementerian PUPR juga membiayai pembangunan instalasi pengelolaan air dari Kali Rejoso dengan kapasitas 300 liter per detik. "Kementerian PUPR juga mendukung dengan memberikan izin penempatan pipa di jalan tol yang dilalui dan pengurangan biaya sewa jalan tol," kata Soekarwo. Dengan begitu, proyek SPAM Umbulan layak secara finansial.

    Sementara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional mendukung dengan memasukkan proyek dalam Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). "Dukungan pemerintah Kabupaten dan Kota serta PDAM terkait juga sangat membantu pelaksanaan proyek ini," kata Soekarwo.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.