Jokowi Ingin Bandara Rintisan Diperluas, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten, 27 April 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam acara Indonesia E-Commerce Summit & Expo di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Banten, 27 April 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan agar bandara-bandara kecil rintisan segera dibangun dan diperluas termasuk sejumlah bandara yang berada di Provinsi Jambi. Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat meresmikan Terminal Bandar Udara Sultan Thaha Jambi, Kamis, 21 Juli 2016.

    Menurut Jokowi Bandara Sultan Thaha menjadi pilot project pengembangan bandara kecil yang perlu diperluas lagi. "Saya perintahkan Menteri BUMN, Dirut Angkasa Pura, rencananya akan mulai diperluas lagi 2019, karena saya mendengar langsung dari Pak Gubernur (Jambi) bahwa pertumbuhannya 27 persen per tahun, ini harus diantisipasi maju jangan sampai penumpang sudah meluber baru dibangun," kata Jokowi.

    Jokowi memerintahkan jajarannya untuk memajukan pembangunan bandara rintisan tersebut pada awal 2017. Menurut dia, tidak boleh ada jeda keterlambatan membangun karena pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

    "Jangan terlambat, kita lihat Bandara Soekarno-Hatta, kita terlambat membangunnya sehingga mau naik pesawat antre 20 menit sampai setengah jam, mau turun juga antre dulu. Keterlambatan itu yang tidak boleh terjadi di sini," katanya.

    Oleh sebab itu, Presiden memerintahkan agar terminal bandara diperluas dan landas pacu juga diperpanjang jika memang diperlukan.

    Ia juga meminta agar bandara-bandara kecil di sekitar Sultan Thaha seperti yang ada di Muarabungo dan Kerinci agar pada 2017 seluruhnya dibangun dan diselesaikan terminal dan landas pacunya.

    "Urusan pembebasan tanah itu urusan gubernur dan bupati, sekarang bagi-bagi kerja. Kalau pembebasan cepat berarti perintah saya juga akan langsung, 2017 bisa dikerjakan," katanya.

    Keberadaan bandara yang memadai, kata Presiden, akan mempercepat mobilitas, transportasi, angkutan orang dan barang, sehingga efisiensi semakin baik maka kemudian arahnya bisa dengan lebih mudah memenangkan persaingan.

    "Kalau cara-cara seperti ini tidak dilakukan kita terlambat, ya sudah ditinggal negara lain. Negara lain sudah lari, kita ditinggal. Itu yang kita tidak mau, kita harus menangkan kompetisi yang sekarang ini sangat ketat antarnegara," katanya.

    Pada kesempatan yang sama Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan, pihaknya mendorong pembangunan terminal bandara tersebut menjadi embarkasi haji sekaligus mendorong mobilitas orang dan barang.

    "Jumlah penumpang pada 2010 mencapai lebih dari 986.000 orang dan pada 2015 meningkat lebih dari 24 persen. Padahal pada 2015 terjadi penurunan aktivitas dampak kabut asap," katanya.

    Sementara itu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan total biaya pembangunan Bandara Sultan Thaha yang baru sebesar Rp 236 miliar dengan kapasitas 1,6 juta penumpang dan luas terminal 12.000 m2. "Apron ditambah dari kapasitas lima pesawat kelas menengah menjadi tujuh pesawat," katanya.

    Dalam puncak acara peresmian, Presiden Jokowi menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti didampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Dirut PT Angkasa Pura II Budi Karya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.