Pengusaha Yakin BI Pangkas Suku Bunga Acuan Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha meyakini bank sentral akan memangkas 25 basis poin lagi suku bunga acuannya. Saat ini, posisi Bank Indonesia Rate berada pada level 6,5%. Bank sentral telah memangkas rate sebanyak empat kali sejak awal tahun.

    Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani mengatakan transmisi kebijakan moneter ke depa akan lebih mudah terlebih BI akan menerapkan 7-day repo rate menjadi basis acuan.

    “Justru dengan itu akan merefleksikan suku bunga yang  bisa merepresentasikan kondisi pasarnya. Makanya akan bagus,” katanya.

    Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan suku bunga Indonesia saat ini tertinggi di Asia bersama dengan India. Namun, India memiliki tingkat inflasi yang jauh lebih tinggi yakni 5,7%.

    Menurutnya, inflasi yang cenderung terkontrol di dalam negeri berpeluang untuk menjadi ruang penurunan suku bunga.

    “Memang BI rate sudah turun empat kali, tapi respons BI kan baru 6 bulan  terakhir. Artinya itu sudah lambat, ketika 2015 negara-negara sudah pada pangkas suku bunga, kita belum,” ucapnya.

    Seperti diketahui, inflasi pada Juni tercatat hanya 0,66% (month to month) dan 3,45% (year on year). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi jelang Lebaran beberapa tahun sebelumnya jauh lebih tinggi dan hampir menyentuh 1%.

    Dalam APBNP 2016, pemerintah juga merevisi kebawah asumsi inflasi menjadi 4% dari asumsi dalam APBN induk sebesar 4,7%. Bank Indonesia pun meyakini inflasi 4% pada tahun ini masih bisa tercapai dan sesuai dengan sasaran inflasi 4%±1%.

    Terkait dengan capital inflows, hingga  15 Juli 2016 mencapai sebesar Rp110 triliun. Andry mengatakan potensi capital inflows dari kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty juga mendukung momentum pelonggaran moneter bulan ini.

    BI juga melaporkan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak awal tahun hingga 15 Juli 2016 sebesar Rp13.403 per US$1.

    Sementara, indeks harga saham gabungan ditutup di level 5.106 hingga akhir Mei 2016 atau naik 423 poin dari Desember 2015. Pasar Surat Berharga Negara juga membaik dengan yield turun 7,45% (Juni 2016) dari 8,75% pada akhir tahun lalu.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.