Lanjutkan Penguatan, Indeks BEI Ditutup Naik 69,99 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli saham menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG. Data perdagangan efek di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp747,60 miliar pada akhir pekan ini. TEMPO/Tony Hartawan

    Pelaku pasar asing yang kembali melakukan aksi beli saham menjadi salah satu faktor yang menopang laju IHSG. Data perdagangan efek di BEI tercatat, pelaku pasar saham asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp747,60 miliar pada akhir pekan ini. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu, 20 Juli 2016, ditutup melanjutkan penguatan didorong oleh aksi beli oleh investor asing. IHSG BEI ditutup naik 69,99 poin atau 1,35 persen menjadi 5.242,82. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 14,79 poin (1,66 persen) menjadi 805,84.

    "Aliran dana asing yang masih masuk ke pasar saham domestik mendorong harga saham di dalam negeri sehingga IHSG BEI kembali terangkat," kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta.

    Berdasarkan data BEI, investor asing kembali membukukan beli bersih atau "foreign net buy" sebesar Rp862,238 miliar. Ia menambahkan bahwa spekulasi pelaku pasar saham terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan kembali memangkas suku bunga acuan (BI rate) turut menjadi sentimen positif bagi pasar modal domestik.

    Di tengah kondisi yang positif, lanjut dia, secara teknikal IHSG masih memiliki potensi kenaikan menuju level 5.275 poin dalam jangka pendekbeberapa waktu mendatang.

    "Jika terjadi koreksi itu merupakan kondisi yang sehat dan dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan akumulasi beli," katanya.

    Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menambahkan bahwa spekulasi investor terhadap keputusan kebijakan suku bunga yang menurut survey diturunkan mampu mendorong kembali kepercayaan investor.

    "Penguatan IHSG dipimpin sektor kosumer dan perbankan. Data pertumbuhan pinjaman tahunan naik di level 8,3 persen seakan merefleksikan keberhasilan kebijakan pemangkasan suku bunga sebelumnya," katanya.

    Frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 301.274 kali dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,04 miliar lembar saham senilai Rp8,15 triliun. Terdapat 183 saham naik, 141 saham turun, dan 109 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

    Dari kawasan regional, indeks Hang Seng bursa Hong Kong menguat 209,28 poin (0,97 persen) ke level 21.882,48, indeks Nikkei bursa Tokyo turun 41,42 poin (0,25 persen) ke level 16.681,89, dan Straits Times Singapura menguat 26,20 poin (0,90 persen) ke posisi 2.945,74.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.